Sejarah Pasukan Kopaska Misterius Angkatan Laut Yang Telah Digagas Sukarno

Potretberita.com – Komando Pasukan Katak (Kopaska) didirikan secara resmi pada 31 Maret 1962, namun idenya sudah ada sedari zaman revolusi kemerdekaan Indonesia. Pada waktu itu, Republik Indonesia (RI) yang baru lahir di persulitkan hidupnya secara blokade laut yang dilakukan oleh Angkatan Laut Belanda alias Koninklijk Marine (KM) yang tentu memiliki alat perang yang melebihi dari armada laut Republik.

Letnan OP Koesno, yang memimpin kapal milik RI wira-wiri Jawa-Singapura, seperti juga dengan Mayor John Lie, harus berjuang keras untuk selalu bisa lolos dari hadangan dari KM Belanda. Angkatan Laut di masa itu juga bertugas sebagai penyelundup. Koesno mengetahui kapal perang KM Belanda itu sulit dilawan. Tak hanya Koesno yang berapa tepat di lapangan, Presiden Sukarno pun sampai ikut pusing memikirkan jalan keluarnya untuk masalah tersebut.

Pada saat itu juga, Bung Karno sendiri memberikan instruksi, agar dibentuk Pasukan Katak yang bisa dapat menyerang kapal Belanda yang memblokade RI,” aku Robertus Iskak dalam tulisan buku Bung Tardjo Pejuang Tanpa Pamrih. Iskak yang pernah menjadi atlet dan berpengalaman jadi guru, pihak militer menjadikannya instruktur di Militaire Academie Yogyakarta. Selain itu juga ditugasi menjadi perwira urusan hiburan militer. yang dimana pangkatnya sebagai Kapten.

Sebagai instruktur, Kapten Iskak menjadi renang di Danau Sarangan. Iskak mengaku telah melatih calon tentara untuk bisa menyelam dan memasang ranjau di laut. Maka dengan ini kenapa orang menyebut Iskak sebagai bapak Pasukan Katak Indonesia. Iskak bukan orang sembarangan. Sekitar 1947 – 1948, seperti yang disebut Arsip Kementerian Pertahanan RI nomor 275: Telegram dari Abdoel Rachman kepada Subiakto di Singapura pada tanggal 14 November 1947.

Sejarah Pasukan Kopaska Misterius Angkatan Laut Yang Telah Digagas Sukarno

Iskak adalah salah satu instruktur dalam Special Operation (SO) yang dirintis oleh Kementerian Pertahanan Bagian V dan kemudian diambil alih oleh Angkatan Laut ketika Raden Soebijakto menjadi kepala stafnya. Pada awal mulanya pembentukan Pasukan Katak tidak berjalan dengan baik dan baru berlanjut pada saat Belanda telah angkat kaki keluar dari indonesia. Meski Iskak sudah banting stir menjadi sutradara film dan anak-anaknya jadi bintang film terkenal, para penerusnya masih ada.

Beberapa personil Angkatan Laut bahkan dikirim ke Amerika Serikat untuk dapat menjalani pelatihan khusus Underwater Demolition Team (UDT) dari Angkatan Laut Amerika. Ketika Belanda bergerak di Papua-yang awal tahun 1960-an masih disebut Irian Barat-Angkatan Laut Republik Indonesia dipimpin Menteri Panglima Angkatan Laut, Raden Eddy Martadinata. Angkatan Laut secara diam-diam telah mengadakan pelatihan khusus pasukan katak.

Menurut Pusat Penerangan Angkatan Laut, pelatihan khusus ini tertutup sampai pada 31 Maret 1962 di halaman kolam renang Senayan Jakarta. Laksamana Madya R.E Martadinata telah meresmikan berdirinya satuan khusus Pasukan Katak di tubuh Angkatan Laut. Pasukan ini lebih dikenal sebagai : Komando Pasukan Katak (Kopaska). Sebagai komandan yang ditunjuk Letnan Kolonel OP Koesno dan kepala stafnya Mayor Oerip Santoso merangkap perwira pelatih.

Mayor Oerip Santoso dibentuk Letnan Martias Darwis, Sersan Mayor Emil Joseph, dam beberapa bintara, kopral dan kelasi dari Komando Penyelamatan Bawah Air (KPBA) Surabaya sebagai tim instruksi,” aku Urip Santoso dalam buku Dan Toch Maar! Apa Boleh Buat Maju Terus. Menyebutkan Bahwa 10 dari 15 anggota khusus pasukan katak yang dipimpin oleh Mayor Urip Santoso ditempatkan tepat di bawah komando operasi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada masa Trikora itu.

Baca Juga : Garuda Didenda Sebesar 19 Juta Dollar

Dan setelah masa Trikora berlalu, Republik Indonesia bermusuhan dengan Malaysia yang dianggap boneka Inggris. Lagi-lagi pasukan katak dikerahkan. Demi dapat mengurangi resiko, Anggota pasukan yang dikirim untuk menyusup diharuskan keluar terlebih dahulu dari Angkatan Laut. Operasi yang di mulai sejak 15 Maret 1964. Seperti disebut situs TNI, sekitar pasukan katak yang telah dikirim. Mereka memiliki tugas bersama anggota dari satuan lain.

Mereka melakukan sabotase di sekitaran Singapura, baik di gedung di kota maupun di pelabuhan. Menurut situs TNI, hingga bulan Agustus 1964, telah menghabiskan sekitar 40 kg peledak di Singapura. Kepindahan markas kopaska telah dari kompleks Seskoal Cipulir ke daerah Jalan Radio Dalam, masih dalam kompleks Markas Besar Angkatan Laut, pada bulan September 1964. Pada Desember, pasukan katak telah dikirim secara diam-diam ke Timor Portugal (kini Timor Leste) dengan tugasnya menggalang warga setempat untuk memberontak.

Mereka masuk melalui Atambua,kopaska bukan satu-satunya satuan tempur khusus dibawah Angkatan Laut Indonesia. Sejak lama Indonesia Merdeka, Angkatan Laut sudah punya Korps Marinir, dan di pasukan marinir ada satuan Intai Amfibi (Taifib) bahkan memiliki satuan khusus tempur elite yang merupakan gabungan dari Marinir dan Kopaska, yakni Detasemen Jala Mengkara (Denjaka).

Kopaska telah menjadi pasukan misterius yang memiliki rahasia jumlah anggotanya dan dikenal sebagai satuan dengan standar latihan yang sangat berat. Standard pelatihannya bahkan menirukan pelatihan Navy SEAL (pasukan katak) Amerika. Diharuskan lulus tes psikotes, ketahanan dalam air, kesehatan jasmani dan personel diharuskan telah menjadi Angkatan laut yang menjalani dua tahun dinas di Kapal Republik Indonesia.

Kopaska menjadi bahan berita di masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikarenakan turut berjasa dalam pembebasan sandera bajak laut Somalia di kapal niaga Indonesia, Sinar Kudus. Tidak banyak cerita yang beredar tentang operasi yang telah dilakukan tersebut. Sehingga pasukan khusus ini memiliki moto Tan Hana Wighna Tan Sirna (“Tak ada rintangan yang tak dapat diatasi”).