Andy Burnham Muncul Usai Keir Starmer Mundur dari PM Inggris

POTRET BERITA — Perdana Menteri Inggris dan pemimpin Partai Buruh, Keir Starmer resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (22/6) waktu setempat. Keputusan tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinannya setelah menghadapi tekanan politik yang semakin besar dari internal partai.

Dalam pidato yang disampaikan di kediaman resmi Perdana Menteri di Downing Street 10, London, Starmer mengaku sudah menyampaikan keputusan tersebut kepada Raja Charles III. Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil ini didasarkan pada kepentingan negara dan masa depan Partai Buruh.

Menurut Starmer, dirinya menerima kenyataan bahwa sebagian besar anggota Partai Buruh mulai mempertanyakan kemampuannya untuk kembali membawa partai meraih kemenangan pada pemilihan umum mendatang. Karena itu, ia memilih mengakhiri kepemimpinannya daripada mempertahankan posisi di tengah menurunnya dukungan internal.

“Setiap keputusan yang saya ambil selalu didasarkan pada kepentingan negara yang saya cintai. Karena itulah saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh,” kata Starmer dalam pidatonya yang disiarkan BBC.

Tekanan dari Internal Partai Semakin Menguat

Sebenarnya, isu pengunduran diri Starmer sudah mencuat dalam beberapa pekan terakhir. Situasi semakin memanas setelah politikus Partai Buruh Andy Burnham meraih kemenangan besar di daerah pemilihan Makerfield.

Kemenangan tersebut memicu spekulasi bahwa Burnham menjadi figur yang lebih diinginkan sebagian anggota partai untuk memimpin Partai Buruh pada pemilu berikutnya. Sejumlah media Inggris bahkan melaporkan bahwa tekanan kepada Starmer untuk mundur datang dari anggota parlemen Partai Buruh sendiri.

Starmer mengakui dirinya telah mendengarkan berbagai masukan dan kritik dari rekan-rekannya di partai. Ia pun memilih menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

”Partai saya kini mempertanyakan apakah saya masih merupakan sosok yang paling tepat untuk memimpin kami menghadapi pemilihan umum berikutnya. Saya menerima keputusan itu dengan lapang dada,” ujarnya.

Andy Burnham Berpeluang Jadi Perdana Menteri Baru

Mundurnya Starmer membuka peluang besar bagi Andy Burnham untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Buruh sekaligus kursi Perdana Menteri Inggris. Berdasarkan konstitusi Inggris, jabatan perdana menteri dipegang oleh pemimpin partai yang menguasai mayoritas di parlemen.

Saat ini, Burnham menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester dan telah beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk memimpin Partai Buruh. Popularitasnya yang terus meningkat membuat namanya menjadi kandidat terkuat pengganti Starmer.

Sesuai aturan internal Partai Buruh, pemimpin partai harus berasal dari anggota parlemen. Jika Burnham berhasil mengamankan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan tidak menghadapi penantang kuat lainnya, ia berpeluang menjadi Perdana Menteri Inggris secara otomatis karena Partai Buruh masih menguasai mayoritas kursi di parlemen.

Pengunduran diri Keir Starmer sekaligus membuka babak baru dalam politik Inggris. Pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Buruh diperkirakan akan menjadi salah satu agenda politik paling disorot dalam beberapa waktu ke depan, terutama menjelang persiapan menghadapi pemilihan umum berikutnya.