- Prancis dan Spanyol Hadapi Kebakaran Hutan Terparah
- Misteri Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran Masih Jadi Sorotan
- Sidang Maradona Memanas, Polisi Lerai Dua Pengacara
- Aung San Suu Kyi Belum Terlihat Sejak 2022, Keluarga Minta Kepastian
- Vonis Baru Yoon Suk Yeol, Pengadilan Tambah Hukuman 2 Tahun Penjara
Prancis dan Spanyol Hadapi Kebakaran Hutan Terparah
POTRET BERITA — Gelombang kebakaran hutan yang melanda Prancis dan Spanyol terus meluas hingga memaksa ratusan ribu warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Kobaran api yang dipicu cuaca panas ekstrem dan kekeringan berkepanjangan kini mengancam sejumlah wilayah padat penduduk, termasuk kawasan di sekitar Bordeaux, Prancis.
Pemerintah kedua negara meningkatkan status kewaspadaan seiring sulitnya proses pemadaman. Selain menghanguskan ribuan hektare lahan, kebakaran juga telah menelan korban jiwa di Spanyol dan mengganggu aktivitas transportasi di sejumlah daerah.
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menyebut situasi kebakaran kali ini sebagai salah satu yang paling serius dalam sejarah negaranya. Menurut dia, skala kebakaran yang terjadi jauh melampaui kejadian-kejadian sebelumnya.
Data Reuters Climate Monitor menunjukkan wilayah terdampak di Prancis mengalami suhu maksimum rata-rata sekitar 32,2 derajat Celsius sepanjang Juli. Angka tersebut lebih tinggi sekitar 7,3 derajat Celsius dibandingkan rata-rata suhu maksimum pada periode yang sama antara 1961 hingga 1990.
Kondisi cuaca yang sangat panas disertai minimnya curah hujan membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Sejumlah ilmuwan juga menilai perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang memperburuk frekuensi maupun intensitas kebakaran hutan di berbagai wilayah Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan pemerintah memperkirakan proses pemadaman akan berlangsung cukup lama karena medan yang sulit serta kondisi cuaca yang belum mendukung.
Untuk memperkuat upaya penanganan, pemerintah Prancis mengerahkan personel militer membantu petugas pemadam kebakaran yang bekerja tanpa henti sejak kebakaran meluas. Salah satu pesawat angkut militer terbesar milik Prancis, Airbus A400M, juga diterjunkan guna menjatuhkan air ke area hutan yang terbakar.
Spanyol Tetapkan Darurat Nasional
Di Spanyol, kebakaran hutan juga berkembang menjadi situasi darurat. Pemerintah menetapkan status darurat nasional setelah tiga titik kebakaran besar muncul di sekitar Madrid dalam waktu yang hampir bersamaan.
Selain menghanguskan kawasan permukiman dan vegetasi, kebakaran juga menyebabkan seorang pria lanjut usia meninggal dunia di dekat wilayah Valencia. Korban ditemukan berada di dalam mobilnya ketika api meluas ke lokasi tersebut.
Untuk mempercepat proses pemadaman, Spanyol mendapat bantuan pesawat pengebom air dari sejumlah negara Eropa, termasuk Italia, Yunani, Belanda, dan Portugal. Bantuan lintas negara itu diharapkan mampu mempercepat pengendalian api yang terus menyebar akibat angin kencang.
Hingga akhir pekan, sekitar 197 ribu warga telah dievakuasi dari wilayah Gironde dan Landes di dekat Bordeaux. Sementara itu, sekitar 88 ribu warga di Spanyol terpaksa mengungsi atau diminta tetap berada di dalam rumah demi alasan keselamatan.
Pemerintah Prancis juga mengimbau masyarakat menghindari perjalanan menuju Bordeaux melalui jalur darat maupun kereta api karena kondisi dinilai masih berbahaya. Meski demikian, operasional Bandara Bordeaux masih tetap berjalan, walaupun sejumlah layanan transportasi menuju kota tersebut mengalami gangguan.
Sejumlah warga menceritakan kepanikan saat menerima perintah evakuasi. Banyak di antara mereka hanya sempat membawa barang-barang penting sebelum meninggalkan rumah.
Di sisi lain, pemerintah Spanyol turut mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan akibat kualitas udara yang memburuk karena asap tebal. Warga yang terpaksa keluar rumah juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Otoritas kedua negara memastikan operasi pemadaman dan evakuasi akan terus dilakukan hingga kobaran api benar-benar dapat dikendalikan, sembari memantau perkembangan cuaca yang masih berpotensi memperparah penyebaran kebakaran.
