Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Serangan Kembali Memakan Korban
POTRET BERITA — Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah serangkaian serangan yang dilancarkan Ukraina menghantam sejumlah wilayah Rusia pada Minggu (2/8). Otoritas Rusia melaporkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia akibat serangan tersebut, termasuk di beberapa daerah yang lokasinya jauh dari garis depan pertempuran.
Insiden ini terjadi ketika upaya diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang belum menunjukkan perkembangan berarti. Di saat negosiasi masih menemui jalan buntu, kedua negara justru terus meningkatkan intensitas serangan menggunakan rudal maupun drone.
Pemerintah Ukraina selama ini menegaskan bahwa operasi militernya tidak ditujukan kepada warga sipil. Kyiv menyebut serangan ke wilayah Rusia sebagai respons atas gempuran yang lebih dulu dilakukan Moskow terhadap kota-kota di Ukraina, sekaligus sebagai upaya memberikan tekanan agar Rusia bersedia melanjutkan perundingan damai.
Sejumlah Wilayah Rusia Jadi Sasaran Serangan
Menurut keterangan pejabat Rusia, salah satu serangan terjadi di wilayah Belgorod, yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan tiga orang.
Korban jiwa juga dilaporkan muncul di wilayah Saratov, dekat perbatasan Kazakhstan. Serangan drone di kawasan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Sementara itu, tiga korban lainnya tewas setelah sebuah drone menghantam kendaraan di Republik Udmurtia. Wilayah ini berada lebih dari 1.000 kilometer dari garis depan, sehingga menjadi salah satu lokasi terjauh yang terdampak serangan sejak perang berlangsung.
Penjabat Gubernur Udmurtia, Olga Abramova, mengecam serangan tersebut. Ia menyatakan para korban bukan merupakan target militer sehingga insiden itu dinilai tidak dapat dibenarkan.
Rusia Klaim Cegat Ratusan Drone Ukraina
Di tengah meningkatnya serangan lintas wilayah, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil menggagalkan serangan udara besar-besaran yang dilakukan Ukraina.
Dalam laporan resminya, Rusia menyebut telah mencegat 635 drone Ukraina hanya dalam satu malam. Angka tersebut menjadi salah satu klaim intersepsi drone terbesar sejak perang pecah.
Meski demikian, serangan yang berhasil menembus pertahanan tetap mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan di beberapa wilayah Rusia.
Perang Rusia dan Ukraina sendiri terus memasuki babak baru dengan meningkatnya penggunaan drone jarak jauh oleh kedua belah pihak. Kondisi tersebut membuat wilayah yang sebelumnya relatif aman kini ikut terdampak serangan, meski berada ratusan hingga ribuan kilometer dari garis pertempuran utama.
