2 Desa di Lereng Gunung Ijen Bondowoso Diterjang Banjir Bandang
POTRET BERITA — Dua desa di kawasan lereng Gunung Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, diterjang banjir bandang pada Minggu (12/2) petang. Wilayah tersebut sebelumnya memang sudag diguyur hujan deras selama beberapa jam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso Dadan Kurniawan menyebut, banjir bandang menerjang permukiman warga di Desa Sempol dan Desa Kalisat, Kecamatan Ijen.
“Saya masih di lokasi, memang benar banjir bandang terjadi di dua desa (di Kecamatan Ijen). Saat ini (pukul 21.15 WIB) banjir mulai surut,” ujar Dadan, dikutip dari Antara.
Dia mengatakan, petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan relawan lainnya hingga saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan awal dan juga membantu mengarahkan warga ke lokasi yang lebih aman.
“Sebentar kami di lokasi, untuk terdampak banjir bandang ini petugas kami masih melakukan pendataan,” kata Dadan.
![]()
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelum terjadi banjir bandang, terjadi hujan deras di hulu Gunung Suket. Kemudian secara tiba-tiba air bah yang bercampur lumpur menerjang permukiman warga.
Bukan hanya air bercampur lumpur, banjir bandang juga membawa material ranting-ranting kayu dan material lainnya.
Sebelumnya, banjir bandang juga telah menerjang dua desa di lereng Gunung Ijen pada 29 Januari 2020. Di mana mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir lumpur serta material lainnya.
Probolinggo-Mojokerto
Di sisi lain, BPBD Probolinggo, Jawa Timur, mengatakan dalam dua hari terakhir bencana alam banjir dan tanah longsor melanda sejumlah desa di kabupaten tersebut.
“Selama dua hari terakhir wilayah Kabupaten Probolinggo diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras cukup lama, sehingga terjadi banjir dan tanah longsor,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Moh Zubaidulloh.
Menurutnya, banjir tersebut terjadi di beberapa desa yang tersebar di Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, dan Leces membuat ratusan rumah tergenang. Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di beberapa desa di Kecamatan Lumbang dan Wonomerto.
BPBD Jawa Timur juga melakukan pantauan terhadap banjir yang terjadi di Mojokerto.

Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno mengatakan, wilayah Kabupaten Mojokerto yang kini sasaran banjir adalah di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari.
“Banjir yang terjadi sejak Kamis malam ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Sumber Kembar sepanjang 15 meter, yang berada di Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari,” ujarnya lewat keterangan tertulis Sabtu (11/2).
Jebolnya tanggul diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Mojokerto yang membuat debit air Sungai Sumberkembar meningkat.
“Ketinggian air di Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol, Mojosari tergenang dengan ketinggian air 50 – 60 centimeter untuk jalan desa. Kemudian genangan di dalam rumah 20 – 25 centimeter dengan rumah terdampak sebanyak 67 unit serta luas lahan pertanian terdampak sekitar 27 hektare,” jelasnya.
