Jalur Arteri Depan Gedung DPR Ditutup Imbas Aksi Tolak RUU TNI
POTRET BERITA — Seperti dilaporkan, jalan Gatot Subroto arah Slipi, Jakarta ditutup massa aksi yang menolak pengesahan RUU TNI oleh DPR RI.
Melansir dari CNNIndonesia.com, secara perlahan, massa aksi bergeser ke tengah jalan, kemudian memblokade kendaraan yang hendak lewat di depan Gedung MPR. Mereka terlihat membentangkan poster-poster bernada protes dan bendera organisasi di tengah jalan.
Massa aksi terlihat kondusif, orator dari mobil massa aksi juga selalu mengingatkan supaya massa aksi tidak terprovokasi. Beberapa pengendara kendaraan bermotor tak dapat melaju imbas jalan yang diblokade.
Para mahasiswa dalam aksinya ini menyatakan penolakan terhadap RUU TNI. Mereka juga mendesak supaya supremasi sipil dikembalikan. Mereka percaya RUU TNI adalah gerbang kembalinya dwifungsi militer yang represif.
Mereka juga mendesak supaya DPR RI membatalkan RUU TNI yang telah disahkan oleh Puan Maharani Cs di Senayan.
Sebagai informasi, dalam rapat paripurna ke-15 masa sidang II 2024-2025, DPR telah mengesahkan RUU TNI.
RUU TNI berisi sejumlah pasal perubahan semenjak dibahas DPR dua pekan lalu. Akan tetapi, ada tiga pasal yang disorot, yaitu Pasal 7 terkait tugas dan fungsi baru TNI dalam operasi selain perang (OMSP).
Yang kedua, pada Pasal 47 terkait penempatan prajurit aktif di jabatan sipil. Melalui revisi tersebut, saat ini ada 14 instansi pemerintah yang dapat ditempati prajurit aktif dari semula 10 instansi sipil.
Ketiga, Pasal 53 terkait perpanjangan usia pensiun TNI. Perpanjangan masa usia pensiun akan dibagi menjadi tiga klaster antara tamtama dan bintara, perwira menengah, dan perwira tinggi.
