Din Syamsuddin Dirikan Partai Pelita Tak Niat untuk Nyapres

POTRET BERITA — Din Syamsuddin  yang merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan Partai Pelita menegaskan tujuannya mendirikan partai bukanlah untuk menjadi calon presiden.

“Saya niatkan untuk ikut mendirikan, menggerakkan partai, bukan untuk kita jadi presiden,” ujar Din di tengah-tengah Rakernas Partai Pelita yang diadakan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, pada Senin (16/5).

Sambil bersenda gurau, Din mengatakan jika dirinya lebih cocok untuk menjadi penasihat presiden. Ia pun kemudian menegaskan, bahwa Partai Pelita didirikan bukan untuk jadi alat mencari kekuasaan.

Din yang juga adalah mantan Ketua MUI itu mengungkapkan, tujuannya mendirikan partai tidak sekadar untuk berkuasa. Namun dia ingin mendorong anak-anak muda untuk berpolitik lewat partai yang didirikannya ini.

“Kita mendapat kesempatan untuk memimpin, anak-anak muda ingin menjadi anggota DPR, DPRD, eksekutif, bupati, wali kota, gubernur hingga perlu presiden, ini nanti kita dorong diisi oleh kaum muda,” ujar Din.

“Tolong catatan ungkapan saya ini, per hari ini, sekarang ini, dan dengan mendirikan ini tidak untuk saya pribadi untuk jadi presiden atau capres,” imbuhnya.

Din mengungkapkan, partainya juga saat ini belum memikirkan calon presiden yang akan dibawanya pada Pemilu 2024. Dia menilai, dsaat ini, Partai Pelita hanya fokus untuk bisa lolos tahap verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Fokus kami ini adalah verifikasi. Setelah dinyatakan lolos peserta pemilu, boleh nanti kami berfikir yang lain,” ungkap Din.

Dalam kesempatan tersebut, Din juga menegaskan jika partai ini tidak berhaluan agama tertentu religius. Dipastikannya Partai Pelita didirikan untuk semua kalangan.

“Partai Pelita berkeinginan dirancang menjadi partai majemuk, partai nasionalis. Tadi salah satu pengabdiannya partai majemuk menjadi miniatur Bangsa Indonesia, lintas agama, lintas suku,” tegasnya.