Adian Napitupulu Mencabut laporannya Terkait Berita Hoaks

Potretberita.com – Adian Napitupulu politisi PDI perjuangan mencabut laporan terkait penyebaran hoaks dan memfitnah dirinya di media sosial. Pencabutan laporan yang dilakukan oleh Adian ketika dirinya mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta,

“Setelah bertemu dengan kedua tersangka ini memang pelaku yang telah menyebarkan berita bohong tersebut, namun sekaligus adalah korban. Karena mereka meneruskan berita hoaks tersebut dari sumber lain yang saat ini masih dalam pengejaran oleh kepolisian,” kata Adian.

Ia mengaku tidak tega melanjutkan kasus tersebut dikarenakan salah satu dari pelaku sudah berusia 60 tahun, sementara dengan yang satu lagi single parent.” Dari sisi hukum, kepolisian sudah melakukan prosedur penindakan yang sudah sesuai dan itu sudah tepat.

Namun sebagai manusia biasa, terlebih lagi saat ini sudah mendekati lebaran, dan pelaku juga sudah telah menyesali perbuatannya dan sudah menyatakan permintaan maafnya maka dengan itu saya juga harus bisa memaafkan,” ujarnya.

Juru debat TKN Jokowi-Ma’ruf ini pun meminta masing-masing pelaku untuk kembali ke keluarganya. Adian juga memperingatkan agar kedua tidak melakukan kembali hal serupa. “Dalam hidup kau bisa saja kehilangan uang, rumah kendaraan, kesempatan dan lain lainnya.

Napitupulu Mencabut laporannya Terkait Berita Hoaks

Akan tetapi jangan pernah kehilangan nalar dan hati nurani mu,” katanya. Sebelumnya pada hari Rabu 29/5 Polisi telah menangkap dua orang tersangka penyebaran hoaks atau berita bohong atas nama Hj.

Jariyah S.Ag yang beralamat di Bambu Apus, Kec. Cipayung, Jakarta timur dan Suryani Cahyatullah (42 thn) yang beralamat di Mustikasari Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Kedua pelaku dengan sadar menyebarkan konten berita hoaks atau bohong mengenai Adian Napitupulu melalui aplikasi media sosial Whatsapp.

Dalam pertemuan dengan Adian, kedua pelaku mengakui perbuatannya ke penyidik dan mengatakan penyesalannya serta meminta maaf kepada Adian. “Kasus ini sebagai pembelajaran berharga untuk saya, saya sangat menyesal dan meminta agar polisi bisa menangkap pembuatnya dengan itu berita hoaks ini bisa berhenti,” ujar Jariyah salah satu pelaku sembari terisak.

Sementara pelaku yang satu lagi Suryani selain menyatakan menyesal dan permohonan maaf juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak semudah itu menerima informasi dan mudah menyebarkan sebelum mencari kebenaran tentang isi dalam berita tersebut.

“Udah kapok, masyarakat jangan seperti saya, cari tahu kebenaran dalam beritanya, jangan terlalu mudah percaya dan gampang meneruskan isi berita tersebut, apalagi isinya tidak benar,” tegasnya.

Baca Juga : Video Porno Siswi SMP dan Mahasiswa