- Pencegahan ke Luar Negeri Eks Menag Yaqut dan Gus Alex Diperpanjang KPK
- Eks Kapolres Bima Positif Narkoba, Uji Rambut Nyatakan Positif
- Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae Masuk Tahap Suksesi Kekuasaan
- Dua Pejabat Kunci Downing Street Mundur Usai Skandal Epstein Seret Pemerintahan Starmer
- Rusia Desak Investigasi Kematian Putra Khadafi
Polisi Israel Tahan Ajudan Netanyahu Terkait Bocoran Militer
POTRET BERITA — Aparat kepolisian Israel menahan seorang pejabat tinggi di lingkungan Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Penahanan ini dilakukan berkaitan dengan dugaan upaya menghambat proses penyelidikan atas kebocoran informasi militer sensitif yang terjadi selama operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Walaupun pihak kepolisian tidak secara terbuka menyebut identitas tersangka, sejumlah media lokal Israel melaporkan bahwa pejabat yang dimaksud adalah Tzachi Braverman, sosok dekat Netanyahu yang menjabat sebagai Kepala Staf Perdana Menteri.
Dalam pernyataan resminya, Kepolisian Israel menyebut pejabat tersebut ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan menghalangi proses hukum.
“Seorang pejabat senior dari kantor perdana menteri diamankan pagi ini untuk diperiksa atas dugaan tindakan yang menghambat penyelidikan,” demikian pernyataan kepolisian Israel yang dikutip AFP. Polisi menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan status tersangka.
Kasus ini menyorot penyelidikan internal militer Israel terkait kebocoran dokumen rahasia yang beredar ke media asing di tengah konflik bersenjata dengan Hamas.
Peran Tzachi Braverman Disorot
Tzachi Braverman dikenal sebagai figur penting di lingkaran inti Netanyahu. Selain menjabat Kepala Staf PM, ia juga telah ditunjuk sebagai calon Duta Besar Israel untuk Inggris.
Namun, penunjukan tersebut kini menuai kontroversi setelah muncul dugaan keterlibatannya dalam upaya menghambat penyelidikan sensitif yang menyangkut keamanan nasional.
Nama Braverman mencuat setelah mantan ajudan Netanyahu, Eli Feldstein, melontarkan tuduhan serius. Feldstein mengklaim Braverman berusaha mengintervensi penyelidikan kebocoran dokumen militer ke media asing.
Feldstein sendiri sebelumnya telah ditangkap pada September 2024 dan didakwa karena membocorkan dokumen rahasia militer Israel kepada surat kabar Jerman, Bild.
Dokumen Rahasia dan Tujuan Politik
Dokumen yang bocor tersebut dilaporkan berisi analisis intelijen militer yang menyebut Hamas tidak tertarik pada gencatan senjata. Informasi itu dinilai menguatkan narasi Netanyahu bahwa pembebasan sandera Israel pasca-serangan 7 Oktober 2023 hanya bisa dicapai melalui tekanan militer, bukan lewat jalur diplomasi.
Kebocoran ini menimbulkan polemik besar karena dianggap mencampuradukkan kepentingan keamanan nasional dengan kepentingan politik.
Dalam wawancara dengan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, Feldstein mengungkap bahwa Braverman menghubunginya tak lama setelah militer memulai penyelidikan atas kebocoran dokumen tersebut.
Menurut Feldstein, dalam pertemuan tersebut Braverman menyatakan dirinya memiliki kemampuan untuk menghentikan proses penyelidikan yang sedang berjalan. Klaim ini menjadi salah satu dasar pemeriksaan polisi terhadap Braverman.
Netanyahu Disebut Tahu soal Kebocoran
Masih dalam wawancara yang sama, Feldstein menyebut Netanyahu mengetahui penyebaran dokumen rahasia tersebut. Bahkan, menurutnya, Netanyahu mendukung pemanfaatan informasi itu demi membentuk opini publik terkait strategi perang di Gaza.
Pernyataan ini semakin memperluas sorotan terhadap kepemimpinan Netanyahu di tengah konflik yang masih berlangsung.
Menanggapi penahanan Braverman, pemimpin oposisi Israel Yair Lapid mendesak agar rencana pengangkatan Braverman sebagai duta besar untuk Inggris segera dihentikan.
Lapid menilai tidak pantas bagi seseorang yang tengah diperiksa dalam kasus serius terkait keamanan negara untuk mewakili Israel di salah satu negara penting di Eropa.
“Tidak masuk akal jika individu yang diduga menghambat penyelidikan keamanan justru ditempatkan sebagai wajah Israel di Inggris,” tulis Lapid melalui akun media sosial X.
Hingga kini, penyelidikan terhadap Braverman masih berlangsung. Polisi belum mengumumkan apakah penahanan tersebut akan berujung pada penetapan status tersangka resmi atau dakwaan pidana.
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi politik dan hukum yang membayangi pemerintahan Netanyahu di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
