- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Maduro Muncul Lagi Lewat Media Sosial
POTRET BERITA — Setelah hampir tiga bulan ditahan di Amerika Serikat, Nicolás Maduro akhirnya menyampaikan pesan publik pertamanya lewat media sosial. Terlihat dalam unggahan di akun X, ia mengungkapkan kondisi dirinya dan sang istri, Cilia Flores, yang juga ikut ditahan.
Pesan tersebut menjadi pernyataan perdana semenjak ia ditangkap dalam operasi militer AS pada awal Januari 2026.
Dalam pesan yang diunggah, Maduro menjelaskan bahwa dirinya dan sang istri ada dalam kondisi stabil dan tetap tenang menjalani masa penahanan.
Ia juga menegaskan mereka berdua juga terus berdoa serta berusaha tetap kuat secara mental menghadapi situasi yang terjadi.
Bukan hanya itu, Maduro menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang datang dari para pendukungnya, baik dalam bentuk pesan, surat, maupun doa.
Apresiasi Dukungan Rakyat Venezuela
Maduro merasa semua dukungan yang diberikan masyarakat menjadi sumber kekuatan bagi dirinya selama berada di tahanan.
Ia juga memuji solidaritas rakyat Venezuela yang dinilainya tetap terjaga walaupun negara tengah menghadapi situasi sulit.
Pesan tersebut sekaligus menjadi bentuk komunikasi pertama kepada publik sejak dirinya tidak lagi tampil di hadapan umum.
Saat ini, Maduro dan istrinya ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, Amerika Serikat.
Penahanan ini terjadi usai keduanya ditangkap dalam operasi militer AS di Caracas pada Januari lalu.
Di penjara, Maduro dilaporkan tidak memiliki akses bebas terhadap internet maupun media. Ia hanya diperbolehkan berkomunikasi secara terbatas melalui telepon dengan keluarga dan pengacaranya.
Hadapi Sejumlah Tuduhan Serius
Saat ini Maduro sedang menghadapi banyak dakwaan di pengadilan federal New York, termasuk tuduhan konspirasi narkoterorisme dan pelanggaran terkait senjata.
Dalam persidangan, ia menyatakan tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang diajukan oleh otoritas Amerika Serikat.
Proses hukum yang berjalan juga diwarnai perdebatan terkait akses pendanaan untuk biaya pembelaan hukumnya.
Pemimpin Sementara Venezuela
Pasca penangkapan Maduro, kekuasaan di Venezuela sementara dipegang oleh wakil presiden, Delcy Rodríguez.
Penunjukan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pemerintahan setelah absennya Maduro dari jabatan presiden.
Penangkapan Maduro oleh AS memicu perubahan besar dalam dinamika politik Venezuela.
Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, hubungan antara Venezuela dan Amerika Serikat juga mulai menunjukkan tanda-tanda mencair, meskipun situasi secara keseluruhan masih belum stabil.
