Wali Kota Depok: Polemik SDN Pocin 1 Jangan Diperpanjang

POTRET BERITA — Mohammad Idris selaku Wali Kota Depok mengatakan, sudah melaksanakan arahan dari Gubernur Jawa Barat yakni Ridwan Kamil terkait rencana penggusuran SDN Pondok Cina 1, Depok.

Idris menjelaskan, bahwa pihaknya memutuskan menunda proyek pembangunan Masjid Al Quddus di atas lahan sekolah tersebut usai terjadi polemik yang dianggap merugikan para siswa yang bersekolah di sana.

“Saya sudah melaksanakan arahan Pak Gubernur. Jangan diperpanjang lagi ya,” jelas Idris kepada awak media, pada Kamis (15/12).

Di kesempatan yang sama, Ridwan Kamil juga menegaskan bahwa wali kota Depok telah menunda proyek pembangunan masjid tersebut.

“Kan dari Pak Wali Kota sudah ditunda ya, sudah itu aja yang dipegang. Kedua, urusan sekolah kan sedang diselesaikan baik-baik kan,” kata Emil.

Polemik SDN Pocin 1

Seperti diberitakan sebelumnya, lahan SDN Pocin 1 akan dialihfungsikan menjadi masjid oleh Pemkot Depok. Para siswa pun dihimbau untuk pindah sekolah ke SDN Pocin 3 dan 5.

Akan tetapi, tidak semua siswa mau untuk pindah. Masih ada siswa yang memilih untuk bertahan dan mereka terpaksa belajar di kelas tanpa didampingi oleh guru.

Dari data yang dihimpun pada Kamis (15/12), ada sebanuak 181 murid yang masih bertahan di SDN Pocin 1.

Karena polemik itu, Wali Kota Depok pun dilaporkan pengacara Deolipa Yumara ke polisi dengan alasan sudah merugikan hak anak dalam mendapatkan pendidikan buntut polemik penggusuran SDN Pocin 1 Depok.

Laporan yang ditujukan pada Idris teregister dengan nomor LP/B/6354/XII/2022/SPKT/Polda Metro Jaya tanggal 13 Desember 2022.

“Benar ada laporan tersebut,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan ketika dikonfirmasi, Rabu (14/12).