Tangis Presiden Arema: Saya Siap Terima Sanksi!

POTRET BERITA — Gilang Widya Pramana atau biasa disebut Juragan 99, yang merupakan Presiden Arema FC , mengaku siap bertanggung jawab dan menerima sanksi apapun atas insiden Tragedi Kanjuruhan. Di mana nsiden ini sendiri memakan banyak korbam.

Dalam konferensi pers yang dilangsungkan di Kantor Arema FC, Malang, Senin (3/10), air mata Gilang tidak terelakkan ketika berbicara mengenai Tragedi Kanjuruhan.

“Saya ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia atas meninggalnya rekan-rekan Arema. Jujur kita sangat terkejut, sangat sedih, kita tidak bisa berkata-kata. Kita sangat menyesali adanya kejadian ini,” ungkap Gilang.

Tak sampai di situ, Gilang juga mengaku siap bertanggung jawab dan menerima sanksi apapun. Juragan 99 tersebut juga siap untuk memberi bantuan kepada keluarga korban.

“Kita dari manajemen berkabung. Saya sebagai manajemen Arema FC siap bertanggung jawab penuh atas insiden kemarin. Kami siap memberikan bantuan santunan apapun ke korban meski tidak bisa mengembalikan kondisi,” kata Gilang.

“Kemarin saat diwawancara salah satu televisi, saya bilang saya siap menerima apapun sanksi yang akan kita dapatkan. Kita tidak ada maksud apapun, saya di Arema tidak ada satu rupiah pun masuk ke kantong saya, saya tidak mencari uang di Arema. Ke depan ini semoga ini jadi pelajaran,” imbuhnya.

Pecah Tangis Presiden Arema FC, Syok Lihat Korban Berjatuhan: Siap Tanggung  Jawab dan Terima Sanksi - Tribunjatim.com

Kemudian, Gilang menumpahkan air matanya saat berbicara mengenai Tragedi Kanjuruhan. Gilang bahkan tidak menyangka jika suporter Arema akan bentrok dengan para petugas keamanan.

“Ini di luar nalar kita semua. Ini pendukung kita semua, tanpa pendukung tim lawan, tetapi ada insiden yang luar biasa. Kejadian yang mungkin tidak ada di dunia. Saya sekali lagi minta maaf kepada korban, kepada masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimpa,” ujarnya yang kemudian menangis.

“Setiap saya nonton Arema, saya selalu keliling menyapa suporter, mereka tidak ada yang anarkis. Aremania adalah suporter yang bijak, tapi malam itu saya tidak menduga bisa seperti itu,” tambah Gilang.