- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Tidak Paham Materi di Kelas Online, Bocah Kelas 8 Kabur dari Rumah
Potret Berita — Seorang bocah Kelas 8 di India kabur dari rumah, setelah dia tidak memahami materi yang diajarkan saat belajar secara online.
Si remaja berusia 14 tahun itu meninggalkan catatan kepada keluarganya saat kabur dari rumah, dalam insiden di Gujarat.
Berdasarkan keterangan polisi, anak itu pergi ke rumah pamannya di Bhayandar, sekitar 270 km dari rumahnya di Surat.
Pejabat senior di Kepolisian Rander, JP Jadeja mengungkapkan, bocah itu dan keluarganya diketahui sempat tinggal di Bhayandar.
“Mereka tinggal di sana sekitar empat tahun. Anak itu tidak nyaman di Surat dan merindukan teman-temannya di sana,” kata Jadeja.
Bocah Kelas 8 itu kabur saat orangtuanya sedang tidak ada di rumah, seperti diberitakan India.com pada Kamis 921/1/2021). Setelah gagal menemukannya, ayahnya kemudian memutuskan membuat laporan orang hilang ke kantor polisi Rander.
Sebelum pergi, anak yang tidak disebutkan identitasnya tersebut menuliskan pesan berisi permintaan maaf ke orangtuanya.
“Ibu dan Papa, saya menyusahkan kalian selama ini. Saya akan pergi jauh. Saya tidak paham dengan materi di kelas online. Maaf sudah menyusahkan kalian,” ucapnya.
Kecuali untuk Kelas 10 sampai 12, seluru siswa di Gujarat harus belajar di rumah karena wabah virus corona yang melanda India. Jadeja mengatakan mereka pun melakukan pencarian, dan di saat itulah paman bocah itu menelepon saudaranya di Bhayandar.
Si paman menjelaskan, keponakannya itu datang dengan selamat. Mendengar kabar tersebut, orangtuanya bergegas menemuinya.
“Gagal memahami kelas online bukan satu-satunya yang membuat anak itu meninggalkan rumahnya. Dia juga rindu dengan suasana di Bhayandar,” ulas Jadeja.
Tidak diketahui bagaimana cara anak itu bisa menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Bhayandar menuju ke rumah pamannya di Surat. Ayah si anak dilaporkan adalah seorang penyalur tembakau dan makanan dalam skala kecil di Surat.
