Rusia Desak Investigasi Kematian Putra Khadafi

POTRET BERITA — Pemerintah Rusia menyampaikan kecaman tegas atas kematian Saif Al-Islam Khadafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi. Moskow menilai kasus tersebut sebagai tindakan kriminal serius dan menuntut proses penyelidikan yang transparan serta tuntas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menegaskan bahwa pihaknya berharap pelaku segera diidentifikasi dan diproses secara hukum.

“Kami mengecam keras kejahatan ini dan mengharapkan penyelidikan menyeluruh agar para pelaku dapat diadili,” ujarnya, dikutip dari AFP.

Otoritas Libya Turun Tangan

Kejaksaan Libya mengonfirmasi telah membuka investigasi resmi. Tim forensik bahkan telah dikirim ke kota Zintan, wilayah barat laut Libya, lokasi terjadinya pembunuhan.

Menurut pengacara Saif Al-Islam, Marcel Ceccaldi, kliennya diserang oleh empat orang bersenjata yang masuk ke kediamannya pada Selasa sore.

Ia menyebut serangan terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat dan dilakukan secara terorganisir.

Laporan lain mengungkap bahwa korban sempat melakukan perlawanan. Para pelaku juga diduga mematikan kamera CCTV sebelum menjalankan aksinya, kemungkinan untuk menghilangkan jejak.

Sosok Politik yang Kontroversial

Saif Al-Islam berusia 53 tahun dan selama bertahun-tahun dianggap sebagai figur potensial penerus pengaruh politik keluarga Khadafi.

Ayahnya, Muammar Khadafi, digulingkan dan tewas pada 2011 setelah intervensi militer NATO yang mengakhiri rezimnya di Libya.

Pada 2021, jaksa Libya sempat mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Saif Al-Islam terkait dugaan hubungan dengan kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner, sebagaimana dilaporkan BBC.

Kelompok Wagner sendiri kemudian dibubarkan dan digantikan oleh Africa Corps yang berada di bawah dukungan negara.

Pembunuhan ini berpotensi memicu ketegangan baru di Libya yang hingga kini masih mengalami instabilitas politik pasca jatuhnya rezim Khadafi.

Sejumlah pihak menilai kematian Saif Al-Islam bisa berdampak pada peta kekuatan politik di negara tersebut, mengingat pengaruh simbolik keluarga Khadafi masih cukup kuat di beberapa wilayah.