Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.461 per Dolar AS, Tertopang Sentimen Global

POTRET BERITA — Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan Kamis sore. Berdasarkan data pasar, kurs rupiah berada di level Rp16.461 per dolar AS, menguat 8 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah pada posisi Rp16.468 per dolar AS.

Pergerakan Mata Uang Asia dan Global

Rupiah menjadi salah satu mata uang yang bergerak positif di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia.

  • Baht Thailand turun 0,20 persen
  • Yen Jepang melemah 0,22 persen
  • Dolar Singapura terkoreksi 0,12 persen
  • Yuan China melemah tipis 0,03 persen

Dari negara maju, pelemahan juga terjadi:

  • Euro turun 0,03 persen
  • Poundsterling Inggris melemah 0,13 persen
  • Franc Swiss terkoreksi 0,04 persen
  • Dolar Australia turun 0,05 persen

Analis Doo Financial Futures menilai penguatan rupiah ditopang oleh sentimen risk-on di pasar ekuitas domestik maupun regional. Harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat memberi dorongan positif bagi aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Namun, sentimen dalam negeri ikut membatasi ruang penguatan. Pemberhentian Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mendadak memunculkan ketidakpastian kebijakan fiskal.

“Rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar AS di tengah optimisme global, tetapi penggantian menkeu membatasi potensi penguatan lebih jauh,” ujar analis Doo Financial Futures.

Prospek ke Depan

Pasar akan terus mencermati arah kebijakan moneter The Fed, perkembangan harga komoditas, serta dinamika politik-ekonomi dalam negeri.

Jika ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed semakin kuat, rupiah berpeluang mempertahankan momentum penguatan, meskipun tetap rentan terhadap sentimen domestik.