Penurunan Status Aktivitas Gunung Lewotobi NTT

POTRET BERITA — Status Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kiniturun dari level IV (awas) ke level III (siaga). Hal tersebut disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Penurunan status tersebut tertuang dalam surat nomor 142.Lap/GL.03/BGV/ 2024 yang dikeluarkan PVMBG, Senin (29/1) hari ini.

“Menyampaikan penurunan tingkat aktivitas G. Lewotobi Laki-laki dari level IV (awas) ke level III (siaga), terhitung mulai 29 Januari 2024 pukul 12.00 Wita. Rekomendasi radius bahaya 4 km dari pusat erupsi, sektoral 5 km arah utara timur laut, dan 6 km pada sektor timur laut,” sebagaimana pernyataan PPGA Lewotobi.

Ketua PPGA Lewotobi Herman Yosef menuturkan, saat ini letusan gunung sudah mulai berkurang. BUkan hanya itu, frekuensi gempa juga sudah menurun.

“Kegempaan, dari letusan-letusan sudah mulai berkurang, aktivitasnya sudah mulai menurun sehingga diturunkan statusnya,” ujar Herman, dikutip dari dihubungi CNNIndonesia.com.

Melansir dari Antara, Kepala PVMBG Hendra Gunawan menjelaskan, awan panas guguran memang masih terjadi. Akan tetapi, jarak luncur yang dikeluarkan rata-rata satu kilometer (km) dan maksimal dua km dari pusat erupsi.

Kemudian, gempa-gempa pada periode tersebut didominasi gempa permukaan yang menandakan magma telah mencapai permukaan dan sebagian keluar dari kawah.

Terekamnya gempa hibrid menerangkan terjadinya pertumbuhan kubah lava dengan laju rendah. Selain itu, penurunan intensitas gempa vulkanik dalam dari periode sebelumnya menandakan penurunan suplai magma.

Gempa hembusan serta tinggi kolom asap juga mengalami penurunan, begitu juga dengan gempa low frequency sehingga pergerakan magma ke permukaan juga turun.

“Jumlah gempa erupsi menurun dari 15-25 kejadian setiap hari, saat ini tiga sampai lima kejadian setiap hari, dan gempa tremor tidak terekam sejak 24 Januari 2024,” terang Hendra.

PVMBG juga memberikan rekomendasi terbaru untuk masyarakat soal jarak aman.

Hendra juga meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki serta pengunjung atau wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius empat km dari pusat erupsi, dan juga sektoral lima km pada arah utara-timur laut, dan enam km pada sektor timur laut

Sebagai informasi, sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki ada pada level IV atau berstatus awas sejak 9 Januari 2024. Erupsi gunung ini sudah menyebabkan lebih dari 6.000 warga mengungsi.