Curhat Warga Kampung Bayam ke Anies
POTRET BERITA — Seorang warga Kampung Bayam Jakarta memeluk calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan ketika menghadiri acara Desak Anies di Hallf Patiunus, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/1).
Dalam acara tersebut, Anies terlihat mengenakan kemeja putih dan tengah berdiri di depan sebuah Foodtruck. Kemudian dia dihampiri oleh beberapa warga Kampung Bayam.
Tak lama, seorang pria berbaju putih memeluk Anies dengan menangis tersedu-sedu. Tangisan tersebut diikuti oleh sejumlah orang yang ada di sekitarnya.
Diketahui, pria tersebut mencurahkan kegelisahannya terkait fasilitas Rumah Susun Kampung Bayam yang sampai kini belum dapat mereka tinggali.

“Pak, nasib kami gimana, belum ada kepastian tempat tinggal,” ujar pria tersebut.
Anies pun berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut dalam kurun beberapa bulan ke depan.
“Ya udah, nanti kita beresin bersama, bismillah ya, sabar dulu ya, beberapa bulan lagi,” jawab Anies.
Anies juga terlihat menepuk-nepuk pundak pria tersebut dan mencium keningnya.
Peresmian Kampung Susun Bayam

Sebagai informasi, Kampung Susun Bayam diresmikan oleh Anies Baswedan Oktober 2022 lalau. Ketika Anies masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Setelah diresmikan, warga dijanjikan akan menerima kunci hunian pada November tahun yang sama, akan tetapi hal itu tidak kunjung terealisasi.
Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam (PWKB) Asep Suwenda saat itu mengatakan, warga calon penghuni susun belum menyepakati usulan harga sewa.
Warga pun meminta agar biaya sewa lebih murah. Mengingat penghasilan calon penghuni rata-rata kelas rendah.
PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola, mengatakan harga sewa Kampung Susun Bayam disesuaikan dengan Pergub Nomor 55 Tahun 2018.
Di mana tarif tertinggi rusun tersebut Rp765 ribu per bulan. Jakpro mengklaim ada juga warga yang setuju dengan harga merujuk Pergub.
Selain terkait harga, saat itu Jakpro juga beralasan masih mengurus legalitas kampung susun tersebut.
Diketahui, Kampung Susun Bayam dibangun serta dikelola oleh Jakpro, namun lahannya masih milik Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.
Dikarenakan tidak ada kejelasan soal nasib hunian, beberapa warga memilih tinggal di tenda di depan pintu masuk ke Kampung Susun Bayam.
Sebenarnya, warga eks Kampung Bayam sempat ditawari untuk menghuni rusun lain.
Selain itu, Jakpro juga sempat mengeluarkan pernyataan, warga eks Kampung Bayam sudah menghuni Rusun Nagrak, Cilincing.
Pernyataan dikeluarkan setelah Anies memberikan kritik pada Pemprov DKI dalam sebuah forum.
“Hal ini merupakan solusi atas perhatian Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan fasilitas yang terbaik dan kenyamanan bermukim bagi warga eks Kampung Bayam sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin.
Iwan menjelaskan, secara historis warga Kampung Bayam adalah penggarap lahan milik Pemprov DKI Jakarta dan tidak mempunyai hak atas tanah yang ditempati.
Walaupun demikian, ia mengatakan seluruh masyarakat Kampung Bayam sebanyak 642 KK sudah mendapatkan biaya kompensasi atas penggantian hunian mereka di Kampung Bayam.
Menurutnya, kompensasi itu merupakan hasil musyawarah secara berkelanjutan dengan kelompok-kelompok warga eks Kampung Bayam.
