- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Penyesalan Yuka Tamada Pernah Menjadi Pelaku Bully
POTRET BERITA — Musisi Yuka Tamada ungkap penyesalan karena kelakukan di masa lalu. Ia mengaku pernah menjadi pelaku bully saat masih duduk di bangku sekolah.
Menurut Yuka, sosok teman yang menjadi korban bully ini memang memiliki ciri khas, sehingga sering diperlakukan berbeda oleh anak lainnya di sekolah.

“Cara ngomongnya dia sama anak sekolahan lain beda. Makanya dia kalau masuk ruangan orang lihatnya, ‘apa sih?’. Aku salah satu pelaku juga, ikut-ikutan,” ujar Yuka, dalam konferensi pers virtual.
Namun, setelah dewasa, dia baru menyadari bahwa perbedaan yang dimiliki temannya kala itu tak seharusnya dipermasalahkan. Pasalnya, setiap manusia memang diciptakan dengan keunikan masing-masing.
“Gila! Apa yang aku lakukan dulu salah. Itu termasuk pembulian,” ujar perempuan berdarah Jepang-Bugis itu.
Berdasarkan sosok temannya itu, Yuka pun terinspirasi menciptakan lagu yang baru dirilisnya, bertajuk Pelangi. Menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki banyak warna yang menjadikan tiap individu berbeda.
Hal itu juga sekaligus menjadi permintaan maaf Yuka pada temannya itu. Setelah menyadari semuanya, dia menyesal pernah menjadi pelaku bully. “Malah aku pelakunya. Ih bodoh banget aku.”
