- Dua Titik Api Masih Membara di Semeru, Angin Ganggu Pemadaman
- Tragedi Banjir Nepal, Ratusan Jasad Dimakamkan di Hutan Chitwan
- Inner Beauty Makin Dilirik, Rutinitas Kecantikan Tak Lagi Cuma Skincare
- Kim Yo Jong Sindir Korea Selatan Usai Trump Minta Latihan Militer Dikurangi
- Joe Taslim Masuk Daftar Pemain Extraction 3, Perannya Dirahasiakan
Penyesalan Yuka Tamada Pernah Menjadi Pelaku Bully
POTRET BERITA — Musisi Yuka Tamada ungkap penyesalan karena kelakukan di masa lalu. Ia mengaku pernah menjadi pelaku bully saat masih duduk di bangku sekolah.
Menurut Yuka, sosok teman yang menjadi korban bully ini memang memiliki ciri khas, sehingga sering diperlakukan berbeda oleh anak lainnya di sekolah.

“Cara ngomongnya dia sama anak sekolahan lain beda. Makanya dia kalau masuk ruangan orang lihatnya, ‘apa sih?’. Aku salah satu pelaku juga, ikut-ikutan,” ujar Yuka, dalam konferensi pers virtual.
Namun, setelah dewasa, dia baru menyadari bahwa perbedaan yang dimiliki temannya kala itu tak seharusnya dipermasalahkan. Pasalnya, setiap manusia memang diciptakan dengan keunikan masing-masing.
“Gila! Apa yang aku lakukan dulu salah. Itu termasuk pembulian,” ujar perempuan berdarah Jepang-Bugis itu.
Berdasarkan sosok temannya itu, Yuka pun terinspirasi menciptakan lagu yang baru dirilisnya, bertajuk Pelangi. Menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki banyak warna yang menjadikan tiap individu berbeda.
Hal itu juga sekaligus menjadi permintaan maaf Yuka pada temannya itu. Setelah menyadari semuanya, dia menyesal pernah menjadi pelaku bully. “Malah aku pelakunya. Ih bodoh banget aku.”
