- Kabut Asap Karhutla Jadi Perhatian, Zahid Temui Gibran di Jakarta
- Selat Hormuz Kembali Memanas, Kapal Komersial Dihantam di Dekat Qeshm
- Spanyol Tawarkan Ratusan Juta untuk Pendatang yang Mau Tinggal di Desa
- Sengketa Air Indus Jadi Babak Baru Konflik India dan Pakistan
- Dua Titik Api Masih Membara di Semeru, Angin Ganggu Pemadaman
Kabut Asap Karhutla Jadi Perhatian, Zahid Temui Gibran di Jakarta
POTRET BERITA — Masalah kabut asap lintas batas menjadi salah satu topik yang dibahas Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi saat bertemu Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Kamis (17/9).
Dalam pertemuan tersebut, Malaysia mendorong penguatan koordinasi dengan Indonesia untuk mencegah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan agar tidak kembali menimbulkan dampak di negara tetangga.
Zahid mengatakan langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini. Menurutnya, upaya tersebut lebih penting dibandingkan memperdebatkan tuntutan kompensasi atas dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat Malaysia.
“Kami percaya pencegahan lebih baik daripada pengobatan, perlunya mengambil langkah-langkah pencegah sejak dini,” kata Zahid.
Ia menilai Indonesia dan Malaysia perlu menggabungkan jalur diplomasi dengan koordinasi teknis antarpemerintah. Dengan langkah tersebut, penanganan persoalan kabut asap dapat dilakukan sebelum kondisinya berkembang menjadi masalah yang lebih sensitif.
Malaysia Dorong Koordinasi Sejak Dini
Zahid menegaskan bahwa persoalan kabut asap tidak cukup ditangani setelah dampaknya mulai dirasakan. Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sejak munculnya potensi kebakaran agar dampak lintas batas dapat ditekan.
Ia juga menilai pemberian ganti rugi bukan merupakan tanggung jawab yang secara otomatis harus dibebankan kepada suatu negara.
“Langkah-langkah diplomatik harus diambil bersamaan dengan upaya teknis antara pejabat negara tetangga,” ujarnya.
Zahid berharap koordinasi yang lebih awal antara Indonesia dan Malaysia dapat mencegah munculnya persoalan yang berpotensi mengganggu hubungan kedua negara.
Pembahasan tersebut dilakukan di tengah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. Asap dari kebakaran kemudian turut berdampak ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia Kerahkan Berbagai Unsur Tangani Karhutla
Pemerintah Indonesia telah mengerahkan sejumlah unsur untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Petugas pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, TNI, dan Polri bekerja sama melakukan pemadaman serta penanganan titik api.
Upaya penanganan juga dilakukan dari udara. Pemerintah menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan mengondisikan awan agar berpotensi menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan.
Pemerintah Indonesia juga meminta negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, untuk tidak langsung menyalahkan Indonesia atas dampak kabut asap. Penanganan karhutla dinilai membutuhkan kerja sama antarpihak, mengingat asap dapat bergerak melintasi batas wilayah negara.
Pertemuan Zahid dan Gibran menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi persoalan kabut asap lintas batas. Kedua negara perlu mengoordinasikan langkah pencegahan dan penanganan agar dampak kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan.
