Prabowo Terima Pesan Duka dari Negara Arab
POTRET BERITA — Gelombang simpati dari berbagai pemimpin negara di Timur Tengah mengalir ke Indonesia setelah bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
Musibah tersebut menimbulkan dampak besar, mulai dari ratusan korban jiwa hingga ribuan warga yang harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), termasuk salah satu pemimpin yang segera menyampaikan rasa duka. Melalui pernyataan resmi yang dirilis Saudi Press Agency (SPA), ia mengirim pesan kepada Presiden Prabowo Subianto berisi ungkapan belasungkawa mendalam.
Dalam telegram tersebut, MbS menuturkan simpati dan doa agar para korban mendapat ampunan serta rahmat Allah SWT. Ia juga berharap para penyintas yang terluka bisa pulih secepatnya, dan warga yang masih hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Dukungan moral juga datang dari Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MbZ). Seperti dilaporkan Emirates News Agency–WAM, MbZ menyatakan rasa prihatin yang besar atas banyaknya korban tewas dan luka-luka akibat bencana ini. Ia turut mendoakan keselamatan dan kesembuhan bagi masyarakat terdampak, sembari menyampaikan solidaritas penuh kepada pemerintah Indonesia.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, turut menunjukkan empatinya. Dalam pernyataannya yang dikutip MEHR News Agency, ia menyebut bahwa kabar banjir dan longsor di Sumatra memberi duka mendalam, terutama karena menimpa negara yang ia pandang sebagai sahabat dekat Iran. Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran siap mengirimkan bantuan kemanusiaan dan dukungan pemulihan bila diperlukan oleh Indonesia.
Sultan Oman Haitham bin Tarik ikut memberikan pesan belasungkawa kepada Presiden Prabowo. Berdasarkan keterangan dari Kementerian Luar Negeri Oman, Sultan Haitham memanjatkan doa agar para korban luka segera memperoleh kesembuhan dan masyarakat di daerah terdampak diberi ketabahan menghadapi bencana besar ini.
Rangkaian pernyataan duka dari para pemimpin Timur Tengah tersebut mencerminkan solidaritas dan rasa kemanusiaan yang kuat terhadap Indonesia. Dukungan internasional diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan membawa kekuatan baru bagi para penyintas di Sumatra.
