- Korut Luncurkan Rudal dari Wonsan, Jepang Langsung Bereaksi
- Penembakan Sekolah Thailand, Siswa Ungkap Cara Bertahan dari Serangan
- Kasus Pilot Malaysia Airlines, Polisi Malaysia Datangi Indonesia
- Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Serangan Kembali Memakan Korban
- Wali Kota Etimesgut Ditahan, Oposisi Turki Protes
Korut Luncurkan Rudal dari Wonsan, Jepang Langsung Bereaksi
POTRET BERITA — Ketegangan di Semenanjung Korea kembali meningkat. Korea Utara meluncurkan sebuah rudal balistik dari wilayah Wonsan pada Rabu (12/8). Rudal tersebut mengarah ke perairan di lepas pantai timur Semenanjung Korea.
Peluncuran itu terjadi hanya beberapa hari sebelum Korea Selatan dan Amerika Serikat menggelar latihan militer gabungan. Latihan tersebut kerap mendapat penolakan keras dari Pyongyang.
Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan (JCS) mendeteksi peluncuran sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Rudal itu meluncur dari kawasan Wonsan dan kemudian jatuh di perairan lepas pantai timur.
JCS dan otoritas Jepang memperkirakan rudal tersebut menempuh jarak sekitar 700 kilometer. Namun, kedua negara belum memastikan jenis rudal yang digunakan Korea Utara.
Peluncuran terbaru ini terjadi enam hari setelah Pyongyang melakukan uji coba rudal dari wilayah yang sama. Jika dihitung sepanjang 2026, peluncuran pada Rabu diduga menjadi uji coba rudal balistik ke-11 Korea Utara.
Jenis Rudal Masih Jadi Pertanyaan
Militer Korea Selatan belum memasukkan rudal tersebut ke kategori rudal balistik jarak pendek. JCS menyatakan pihak berwenang masih melakukan analisis untuk mengetahui karakteristik senjata yang digunakan.
Hal tersebut cukup menarik karena rudal balistik dengan jangkauan sekitar 300 hingga 1.000 kilometer biasanya masuk dalam kategori rudal jarak pendek.
Dengan jarak terbang sekitar 700 kilometer, rudal yang diluncurkan Korea Utara seharusnya berada dalam rentang tersebut. Namun, karakteristik penerbangan atau spesifikasi lainnya membuat Seoul dan Tokyo belum menentukan klasifikasinya.
Otoritas Korea Selatan dan Jepang masih mengumpulkan informasi mengenai peluncuran tersebut. Mereka juga terus berkoordinasi untuk mengetahui jenis rudal dan tujuan uji coba yang dilakukan Pyongyang.
Korea Utara sendiri belum memberikan keterangan langsung mengenai peluncuran dari Wonsan. Namun, Pyongyang kembali menyampaikan kritik terhadap ambisi nuklir Korea Selatan dan Jepang pada Rabu sore.
Peluncuran itu juga terjadi menjelang latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Latihan tersebut bernama Ulchi Freedom Shield. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 27 Agustus.
Seoul dan Washington menggelar latihan tersebut untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman dari Korea Utara. Kedua negara juga terus memantau perkembangan kemampuan nuklir dan persenjataan Pyongyang.
Jepang Keluarkan Peringatan Darurat
Peluncuran rudal tersebut juga membuat pemerintah Jepang meningkatkan kewaspadaan. Kantor Perdana Menteri Jepang mengeluarkan peringatan darurat setelah mendeteksi peluncuran yang diduga menggunakan rudal balistik.
Melalui akun X, Kantor Perdana Menteri Jepang menyampaikan bahwa Korea Utara telah meluncurkan sebuah rudal yang diduga merupakan rudal balistik. Pemerintah Jepang mengatakan perkembangan situasi masih terus dipantau.
Kementerian Pertahanan Jepang kemudian mengecam tindakan tersebut. Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan pemerintah telah menyampaikan protes kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik.
Jepang menyampaikan protes tersebut melalui Kedutaan Besar Jepang di Beijing. Tokyo menilai peluncuran rudal tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
”Jepang menyampaikan protes keras kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik di Kedutaan Besar Jepang di Beijing dan mengecam keras tindakan tersebut,” kata Koizumi kepada wartawan.
Korea Selatan juga langsung meningkatkan koordinasi di tingkat keamanan. Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan menggelar rapat darurat untuk membahas peluncuran tersebut.
Seoul menilai tindakan Pyongyang menjadi bagian dari rangkaian provokasi yang terus berlangsung. Pemerintah Korea Selatan juga meminta Korea Utara menghentikan tindakan yang dianggap melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Militer Korea Selatan memastikan tetap menjaga kesiapan pasukan. Seoul juga menegaskan akan merespons setiap provokasi melalui sistem pertahanan gabungan dengan Amerika Serikat.
Peluncuran terbaru ini menunjukkan bahwa ketegangan di Semenanjung Korea masih tinggi. Waktu peluncuran juga menjadi perhatian karena berdekatan dengan latihan Ulchi Freedom Shield.
Korea Selatan dan Amerika Serikat tetap akan menjalankan latihan tersebut sesuai jadwal. Sementara itu, perkembangan aktivitas militer Korea Utara akan terus dipantau oleh Seoul, Washington, dan Tokyo.
