- Pencegahan ke Luar Negeri Eks Menag Yaqut dan Gus Alex Diperpanjang KPK
- Eks Kapolres Bima Positif Narkoba, Uji Rambut Nyatakan Positif
- Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae Masuk Tahap Suksesi Kekuasaan
- Dua Pejabat Kunci Downing Street Mundur Usai Skandal Epstein Seret Pemerintahan Starmer
- Rusia Desak Investigasi Kematian Putra Khadafi
Klaim Greenland Trump Picu Ketegangan AS-Uni Eropa
POTRET BERITA — Isu Greenland kembali memanaskan hubungan Amerika Serikat dengan sekutunya di Eropa. Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali keinginannya untuk menguasai wilayah otonomi Denmark tersebut dengan alasan kepentingan keamanan nasional, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Trump mengatakan pernyataan tersebut pada Minggu (4/1) ketika berada di dalam pesawat Air Force One dalam perjalanan menuju Washington.
Secara terbuka, Trump menyebut Greenland sebagai wilayah yang krusial bagi sistem pertahanan Amerika Serikat, khususnya karena posisinya yang strategis di kawasan Arktik.
“Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” ujar Trump, seperti dikutip AFP.
Menurut Trump, kepentingan keamanan AS tidak dapat dipisahkan dari penguasaan wilayah-wilayah strategis yang dinilai memiliki peran penting dalam sistem pertahanan global.
Ketegangan Meningkat Usai Operasi Militer AS di Venezuela
Klaim Trump terhadap Greenland muncul di tengah sorotan dunia internasional atas langkah militer AS di Venezuela. Operasi tersebut memicu kejut diplomatik setelah Washington mengerahkan pasukan ke Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang kini ditahan di New York.
Trump menyatakan Amerika Serikat akan mengelola Venezuela tanpa batas waktu dan memanfaatkan cadangan minyak besar yang dimiliki negara tersebut. Langkah agresif ini kemudian memunculkan kekhawatiran baru di Eropa terkait ambisi AS terhadap Greenland.
Tak hanya alasan pertahanan, Trump juga menyinggung potensi sumber daya alam Greenland. Wilayah tersebut diketahui memiliki cadangan mineral strategis yang penting bagi industri teknologi dan energi masa depan.
Dalam wawancara telepon dengan The Atlantic, Trump menyatakan bahwa implikasi operasi militer di Venezuela terhadap Greenland merupakan hal yang harus dinilai oleh pihak lain.
“Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu,” kata Trump.
“Namun kami memang membutuhkan Greenland. Kami membutuhkannya untuk pertahanan,” tambahnya.
Unggahan Media Sosial Picu Kemarahan
Kontroversi semakin meluas setelah Katie Miller, istri penasihat utama Trump, mengunggah gambar bendera Greenland yang dimodifikasi menyerupai bendera Amerika Serikat dengan tulisan singkat “SEGERA”.
Unggahan tersebut menuai kritik keras dari Denmark dan Uni Eropa yang menilai tindakan itu provokatif dan tidak menghormati kedaulatan wilayah.
Sementara itu, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan bahwa klaim AS terhadap Greenland tidak dapat diterima.
“Saya harus mengatakan ini dengan sangat jelas kepada AS: sungguh tidak masuk akal mengatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya mengambil alih Greenland,” ujarnya.
Frederiksen juga mendesak Washington untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai “ancaman terhadap sekutu lamanya”.
Sementara itu, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengecam unggahan tersebut sebagai tindakan yang tidak menghormati hukum internasional dan hubungan antarbangsa.
“Hubungan antarnegara dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional, bukan melalui gestur simbolik yang mengabaikan status dan hak kami,” tulis Nielsen di media sosial X.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Greenland tidak berada dalam kondisi darurat.
“Tidak ada alasan untuk panik. Negara kami tidak untuk dijual, dan masa depan kami tidak ditentukan oleh unggahan media sosial,” tegasnya.
Denmark Ingatkan Status Sekutu NATO
Menanggapi situasi tersebut, Duta Besar Denmark untuk Amerika Serikat, Jesper Moeller Soerensen, mengingatkan bahwa Denmark merupakan anggota NATO yang telah lama bekerja sama dengan Washington, termasuk dalam menjaga keamanan kawasan Arktik.
“Kami adalah sekutu dekat dan seharusnya terus bekerja sama sebagai sekutu,” tulis Soerensen.
