- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Junimart PDIP: Kasus Wadas Bukan Tanggung Jawab Jokowi
POTRET BERITA — Junimart Girsang, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDIP menuturkan, insiden yang terjadi di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) merupakan tanggung jawab murni Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan jajarannya.
“Ini murni tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Gubernur Jateng dan turunannya untuk menyelesaikan,” ujar Junimart melalui pesan singkat, Kamis (10/2).
Junimat mengatakan penyelesaian masalah yang terjadi di Desa Wadas tidak perlu membawa Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Mosok untuk hal demikian ini ada yang minta Presiden bertanggung jawab,” katanya.
Insiden yang tidak direncanakan

Junimat yang merupakan politikus PDIP itu menilai jika insiden di Desa Wadas ini bersifat insidental dan tanpa direncanakan. Menurutnya masalah ini dapat diselesaikan lewat dialog.
Junimart juga berharap untuk semua pihak dapat memahami dasar masalah kekisruhan yang terjadi di Desa Wadas. Ia meminta untuk tak ada yang langsung menjustifikasi kesalahan kepada pihak-pihak tertentu.
Tidak hanya itu, Junimart juga meminta agar semua pihak menunggu penjelasan yang konkret dan sesuai fakta tentang kekisruhan di Desa Wadas dari Ganjar dan Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi.
“Tanggung jawab kita semua sebagai anak bangsa untuk menjaga, memelihara situasi kondusif,” ucapnya.
Kronologi kejadian

Diketahui Desa Wadas menjadi sorotan setelah aparat kepolisian datang ke desa tersebut pada Selasa (8/2).
Pasukan polisi bersenjata lengkap diterjunkan untuk mengawal pengukuran lahan tambang batu andesit proyek Bendungan Bener.
Akan tetapi, anggota kepolisian bukan hanya mengawal tim BPN. Karena mereka juga menangkap warga Desa Wadas yang dianggap memberikan provokasi penolakan rencana penambangan tersebut.
Setidaknya ada 67 warga yang ditangkap. Namun, puluhan warga tersebut kini sudah dilepaskan.
Tindakan pengerahan personel kepolisian dalam jumlah banyak ke Desa Wadas pada Selasa (8/2), menuai kritik dari banyak pihak.
Polisi dan pejabat terkait diminta untuk menarik pasukan bersenjata lengkap dari Wadas.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan permintaan maafnya akan insiden yang terjadi di Desa Wadas.
Ganjar beralasan kehadiran aparat itu hanya untuk mengukur lahan proyek Bendungan Bener.
“Pertama, saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat Purworejo dan khususnya masyarakat di Wadas. Karena kemarin mungkin ada yang merasa tidak nyaman, saya minta maaf,” jelas Ganjar dalam konferensi pers yang digelar Rabu (9/2).
