Semburan Abu Setinggi 1.000 M dari Erupsi Gunung Ili Lewotolok

POTRET BERITA — Erupsi dialami Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur pada Senin (19/2).

Diketahui, tinggi kolom abu dari erupsi yang terjadi pukul 16.39 WITA ini sejauh 1.000 meter di atas puncak.

Melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ili Lewotolok, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, ketika terjadi erupsi kolom abu teramati berwarna putih sampai kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah tenggara.

“Telah terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 19 Februari 2024 pukul 16:39 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 2.423 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara,” demikian laporan PPGA Ili Lewotolok yang dikeluarkan Senin (19/2) pukul 16.58 WITA.

PPGA Ili Lewotolok menerangkan, erupsi Gunung Ili Lewotolok ini terekam di seismogram dengan amplitudo 35,5 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 7 detik.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35.6 mm dan durasi ± 1 menit 7 detik,” tulis PPGA Ili Lewotolok dalam laporannya.

Gunung Api Ili Lewotolok dengan tinggi 1.423 meter di atas permukaan laut, saat ini ada pada status waspada atau level II.

Pada status waspada, PPGA Ili Lewotolok yang berlokasi di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape melarang seluruh masyarakat melakukan aktivitas pada radius dua kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona juga diminta untuk selalu waspada akan potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak atau kawah Gunung Ili Lewotolok.