- Konflik Iran-AS: 6 Tentara AS Tewas dalam Serangan di Kuwait
- Siap Ganggu Jalur Laut Merah, Houthi Siap Dukung Iran Lawan AS-Israel
- Momen Hangat Raja Yordania Antar Prabowo
- Kongres Partai Kukuhkan Kim Jong Un Jadi Sekjen Partai Buruh
- Pencegahan ke Luar Negeri Eks Menag Yaqut dan Gus Alex Diperpanjang KPK
Dunia Hiburan Indonesia Berduka, Selamat Jalan Eyang Titiek Puspa
POTRET BERITA — Kabar duka datang dari industri hiburan Indonesia. Titiek Puspa ,seniman legendaris Indonesia meninggal dunia dalam usia 87 tahun. Kabar duka tersebut juga dikonfirmasi Mia selaku manajer sang musisi, pada Kamis (10/4).
Titiek Puspa diberitakan meninggal dunia pada Kamis (10/4) pukul 16.25 WIB, di Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan. Ia meninggal tak lama usai pihak keluarga mengadakan konferensi pers mengenai kondisi kesehatan Titiek Puspa.
“Iya [Titiek Puspa meninggal] sekitar 15 menit lalu,” ujar Mia lewat sambungan telepon, melansir dari detikPop, Kamis (10/4).
Karir Titiek Puspa

Titiek Puspa sendiri lahir dengan nama Sudarwati di Tanjung, Tabalong, 1 November 1937 silam. Ia dibesarkan oleh orang tua yang memiliki darah Jawa.
Karir Titiek Puspa sebagai penyanyi, aktris, dan seniman ini pun sudah berjalan selama lebih dari tujuh dekade. Di mana perjalanan sosok yang akrab disapa Eyang Titiek itu membawanya menjadi ikon industri hiburan Indonesia.
Akan tetapi, sebenarnya Titiek memiliki cita-cita yang berbeda saat kecil. Dirinya sempat bermimpi menjadi seorang guru taman kanak-kanak.
Namun, mimpi tersebut perlahan beralih ketika Titiek Puspa kecil memenangkan beragam lomba menyanyi. Kemudian dia benar-benar menginjakkan kakinya di industri hiburan ketika mengikuti kontes Bintang Radio.
Titiek pun semakin sering bernyanyi dari panggung ke panggung. Selain itu, dia juga aktif berkiprah di operet Papiko (Persatuan Artis Penyanyi Ibu Kota) sebagai ketua paguyuban.
Karier musik Titiek Puspa akhirnya mulai terabadikan saat rekaman piringan hitam pertamanya dengan label GEMBIRA dirilis.
Diketahui, piringan hitam tersebut terdiri dari sejumlah lagu, termasuk Di Sudut Bibirmu, Esok Malam Kau Kujelang, sampai Indada Siririton yang berduet dengan Tuty Daulay.
Lalu, Titiek mulai menulis lagunya sendiri saat merilis album Si Hitam dan Pita. Semua lagu-lagu yang ada dalam album itu ditulis oleh sang penyanyi.
Tak sampai di situ, popularitasnya semakin melesat saat Titiek Puspa merilis album Doa Ibu yang berisi 12 lagu. Album tersebut melambungkan nama Titiek berkat lagu Minah Gadis Dusun sampai Pantang Mundur.
Dalam kurun waktu 1960-an hingga pertengahan 2010-an, banyak album terus dikerjakan Titiek Puspa. Di mana dia juga menggandeng nama-nama besar di berbagai rilisannya, termasuk Irama Lenso hingga Bing Slamet.
Beberapa lagu itu pun terus dikenang dan familier di telinga pencinta musik masa kini, misalnya Kupu-Kupu Malam, Apanya Dong, Selamat Malam, Gang Kelinci, Cinta, Marilah Kemari, Burung Kakaktua, Dansa Yo Dansa, hingga Jatuh Cinta.
Ia pun melebarkan sayapnya ke dunia akting dengan membintangi film-film layar lebar, seperti Bawang Putih (1974), Inem Pelayan Sexy (1976), Gadis (1980), hingga Apanya Dong (1983).
Sempat comeback, Titiek pun membintangi Ini Kisah Tiga Dara (2016), film drama musikal karya Nia Dinata yang terinspirasi dari film legendaris Tiga Dara (1957).
Titiek Puspa kemudian menikah dengan karyawan Radio Republik Indonesia (RRI) pada 1957, namun pernikahan itu berakhir beberapa tahun kemudian.
Kemudian, penyanyi solo itu kembali menikah dengan Mus Mualim tahun 1970, namun pernikahan mereka hanya bertahan hingga 1990.
Dalam pernikahan Titiek dan Mus Mualim dikaruniai dua anak bernama Petty Tunjungsari dan Ella Puspasari.
Pada tahun 2009, dia sempat didiagnosis kanker serviks, hingga harus menjalani pengobatan selama beberapa bulan.
Akhirnya, Titiek Puspa dinyatakan bebas dari kanker usai dua bulan kemoterapi di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura.
Namun kini, dunia hiburan Indonesia kehilangan sang Eyang yang selalu menginspirasi para generasi penerusnya.
