- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Diduga Anggota Satanisme, 30 Orang Ditangkap Polisi Iran
POTRET BERITA — Diberitakan, otoritas Iran menangkap 30 orang yang diduga terlibat jaringan satanis dalam sebuah acara dengan minuman keras.
Fars News yang merupakan media lokal Iran melaporkan, sebanyak 18 pria dan 12 perempuan ditangkap di sebuah pertemuan acara di Provinsi Mazandaran. Namun, Fars News tak merinci di mana penangkapan tersebut dilakukan.
Berdasarkan keterangan kepala polisi Provinsi Mazandaran, Davood Safarizadeh, dalam penangkapan tersebut aparat kepolisian juga menyita minuman keras dan obat-obatan.
Bukan hanya itu, pihak kepolisian juga menemukan “tanda-tanda dan simbol-simbol satanisme” pada lokasi pertemuan.
Safarizadeh mengatakan, bahwa para peserta acara datang dari berbagai provinsi di Iran.
Sebenarnya, penggerebekan perkumpulan “satanisme” yang seperti ini bukan hal baru di negara konservatif seperti Iran. Bahkan, seringkali polisi menggerebek pesta atau konser yang melibatkan alkohol, yang dilarang keras di negara tersebut.

Sebagai informasi, pada Sabtu (1/6) lalu, polisi menahan 35 orang dalam penggerebekan yang sama di Provinsi Khuzestan.
Kemudian pada bulan Mei, lebih dari 250 orang, di mana termasuk tiga orang Eropa juga ditangkap di barat ibu kota Teheran dikarenakan mempromosikan “satanisme.”
Pihak berwenang di Iran memang sudah melabeli konser musik rock dan heavy metal sebagai pertemuan “setan”.
