- Pencegahan ke Luar Negeri Eks Menag Yaqut dan Gus Alex Diperpanjang KPK
- Eks Kapolres Bima Positif Narkoba, Uji Rambut Nyatakan Positif
- Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae Masuk Tahap Suksesi Kekuasaan
- Dua Pejabat Kunci Downing Street Mundur Usai Skandal Epstein Seret Pemerintahan Starmer
- Rusia Desak Investigasi Kematian Putra Khadafi
Atasi Bangunan Miring Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Tim SAR Pasang Penyangga
POTRET BERITA — Tim SAR gabungan bersama BNPB, Basarnas, dan tenaga ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akhirnya menemukan solusi teknis untuk mengatasi bangunan miring di area reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kondisi miring itu muncul akibat material runtuhan yang menempel pada struktur bangunan lama, sehingga menghambat proses evakuasi korban.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menjelaskan bahwa langkah pemotongan material tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat struktur bangunan masih tidak stabil. Selain itu, tim juga memperkuat bagian bangunan lama dengan penyangga tambahan untuk mencegah risiko roboh saat proses penarikan atau pengangkatan puing.
“Kemarin ahli dari ITS, Bapak Mudji, sudah koordinasi dengan Basarnas dan Kodim. Akhirnya dilakukan pemotongan, diperkirakan hari ini selesai dan sudah diberikan penyangga agar risiko bisa diminimalkan. Jadi, sudah ada solusi,” ujar Budi dalam konferensi pers di Posko Kedaruratan, Senin (6/10).
75 Persen Material Runtuhan Sudah Dibersihkan
Hingga Senin siang, proses pembersihan puing dan evakuasi korban telah mencapai 75 persen. Sisa 25 persen lainnya masih berada di sisi kiri bangunan yang miring — area yang paling berisiko bagi petugas di lapangan.
“Sekarang ini kita sudah 75 persen, tinggal 25 persen lagi di sisi kiri dekat bangunan miring itu,” tambahnya.
Langkah teknis ini, lanjut Budi, diharapkan dapat mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun sekaligus mencegah kerusakan tambahan pada bangunan di sekitar lokasi.
BNPB menargetkan proses evakuasi dapat selesai paling lambat pukul 00.00 WIB malam ini, meski Budi berharap semuanya bisa tuntas sebelum matahari terbenam.
“Kami mohon doa restu dari seluruh rakyat Indonesia agar proses ini bisa lebih cepat dari target yang ditetapkan,” ucapnya.
Evakuasi Disiarkan 24 Jam Secara Transparan
Menariknya, BNPB menegaskan bahwa seluruh proses evakuasi dilakukan secara transparan. Untuk pertama kalinya, proses pencarian korban disiarkan secara langsung selama 24 jam penuh, sehingga masyarakat dapat memantau perkembangan di lapangan.
“Selama saya bertugas di BNPB, baru kali ini evakuasi ditayangkan live 24 jam penuh. Ini bentuk transparansi kerja kami,” kata Budi.
Berdasarkan laporan Basarnas per Senin (6/10) pukul 03.35 WIB, total korban yang telah ditemukan mencapai 158 orang. Dari jumlah itu, 104 orang selamat, sementara 54 lainnya meninggal dunia, termasuk lima korban yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
Kronologi Singkat Runtuhnya Bangunan

Bangunan tiga lantai yang termasuk musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny tersebut ambruk pada Senin (29/9) sore. Saat peristiwa terjadi, ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah, sehingga banyak yang tertimpa material reruntuhan.
Tragedi ini memicu respons cepat dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan setempat yang langsung membentuk posko darurat dan mengerahkan alat berat untuk membantu proses pencarian korban.
Dengan adanya solusi teknis dari tim ahli ITS, tim gabungan berharap proses pencarian korban bisa segera rampung dan kondisi bangunan sekitar kembali stabil.
