Tragedi Banjir Nepal, Ratusan Jasad Dimakamkan di Hutan Chitwan

POTRET BERITA — Hutan Devghat di Distrik Chitwan, Nepal, berubah menjadi tempat pemakaman bagi ratusan korban banjir bandang. Jasad-jasad tersebut ditemukan hanyut di sungai atau tertimbun material bencana, tetapi sebagian besar belum diketahui identitasnya.

Diketahui bahwa lokasi tersebut berada sekitar 200 kilometer dari Lembah Rasuwa yang mengalami kerusakan parah akibat bencana. Otoritas setempat memilih kawasan hutan itu sebagai lokasi pemakaman karena jumlah jasad yang ditemukan terus bertambah dan kondisi sebagian jenazah semakin sulit ditangani.

“Kami tidak punya pilihan lain dan harus mengambil langkah ini. Kekhawatiran kami adalah risiko kesehatan masyarakat akibat pembusukan jasad yang berlangsung cepat,” kata Ganesh Arya, kepala pemerintahan Distrik Bharatpur, Chitwan, dikutip Reuters, Minggu (30/8).

Lebih dari 200 Jasad Disiapkan untuk Dimakamkan

Pada Sabtu (29/8), otoritas Nepal telah memakamkan 96 jasad yang belum teridentifikasi di kawasan tersebut. Lebih dari 100 jasad lainnya dijadwalkan dimakamkan pada Minggu seiring tim penyelamat masih menemukan korban di sepanjang sungai dan lokasi yang tertutup puing.

Bencana yang dipicu longsoran gletser tersebut menyebabkan banjir bandang menerjang sejumlah lembah di sepanjang perbatasan Nepal dan China. Sekitar 750 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 3.000 lainnya masih dinyatakan hilang.

Proses penanganan korban melibatkan sekitar 100 petugas yang terdiri dari tim penyelamat, polisi, dan pejabat terkait. Mereka mendokumentasikan setiap jasad sebelum pemakaman, termasuk mengambil foto dan mencatat lokasi penguburan.

Identitas makam juga dibuat sedetail mungkin. Penanda dipasang di bagian atas maupun bawah tanah, sementara koordinat lokasi dicatat agar jasad dapat ditemukan kembali apabila identitas korban berhasil diketahui.

Otoritas juga mengambil sampel DNA dari korban yang belum teridentifikasi. Langkah tersebut memungkinkan proses pencocokan dilakukan di kemudian hari berdasarkan laporan keluarga, dokumen resmi, maupun pemeriksaan genetik.

India telah mengirimkan tim forensik untuk membantu Nepal menganalisis sampel DNA. Pemerintah Nepal juga berkoordinasi dengan tim dari China dalam proses identifikasi korban.

Jasad Membusuk, Keluarga Menunggu Kepastian

Besarnya jumlah korban membuat fasilitas kesehatan di Chitwan kewalahan. Di Rumah Sakit Bharatpur, bau pembusukan bahkan sudah tercium sejak area sekitar pintu masuk.

Sekitar 125 jasad berada di kamar jenazah yang kapasitas normalnya hanya sekitar 50 orang. Sebagian besar korban telah mengalami pembusukan parah karena berhari-hari berada di dalam air.

Inspektur Anil Thapa, yang bertugas mengawasi salah satu fasilitas penanganan jenazah, mengatakan kondisi sejumlah korban membuat identifikasi secara visual menjadi sangat sulit.

“Dari jasad yang berhasil kami temukan sejauh ini, lebih dari separuhnya sudah tak dapat dikenali,” ujar Thapa. “Banyak yang wajahnya sudah tak terlihat lagi.”

Sementara itu, ratusan keluarga masih menunggu kabar di Chitwan Expo Centre. Lebih dari 200 orang berkumpul di lokasi tersebut untuk melihat foto-foto korban yang ditemukan dengan harapan dapat mengenali anggota keluarga mereka.

Sebagian datang dari distrik yang jauh dengan membawa ransel dan koper. Ada pula keluarga yang telah menunggu sejak sehari sebelumnya karena belum mendapat kesempatan untuk masuk ke aula identifikasi.

Bagi keluarga korban, proses tersebut menjadi penantian yang penuh ketidakpastian. Mereka berharap foto, data identitas, atau hasil pemeriksaan DNA dapat memberikan jawaban mengenai keberadaan kerabat yang hingga kini masih hilang.

Di sisi lain, petugas yang menangani jasad juga harus menghadapi kondisi yang sangat berat. Berjam-jam berada di tengah bau menyengat dan jenazah yang mengalami pembusukan membuat pekerjaan semakin menguras fisik dan mental.

“Begitu saya datang bekerja di sini, saya tidak bisa memikirkan makanan,” kata Thapa. “Jangankan makan, minum air pun saya tidak berselera.”

Pemakaman massal tersebut menjadi gambaran beratnya dampak bencana di Nepal. Di tengah upaya penyelamatan yang masih berlangsung, pemerintah juga menghadapi tantangan besar untuk mengidentifikasi korban dan memberikan kepastian kepada ribuan keluarga yang masih menunggu kabar.