- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Penembakan Warga Tolak Tambang Sulteng Diusut Polri
POTRET BERITA — Mabes Polri menerjunkan tim dari Divisi Propam untuk membantu menyelidiki tewasnya seorang pendemo bernama Erfaldi alias Aldi (21). Aldi diduga meninggal akibat terkena tembakan ketika mengikuti demonstrasi penolakan kegiatan tambang emas di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Hingga kini, setidaknya ada 4 anggota polisi yang diperiksa propam perihal pelanggaran disiplin dalam menjaga aksi demonstrasi.
“Dan hari ini terkait perintah bapak Kapolri memerintahkan satu tim dari Divisi Propam juga dibackup dari tim Divisi Humas Polri untuk langsung berangkat ke Sulteng dan Parigi Moutong,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Senin (14/2).
Dedi menuturkan, tim tersebut akan membantu penyelidikan yang sedang dilakukan oleh Bidang Propam Polda Sulawesi Tengah.
Hari ini, tim Labfor dari Polda Sulteng juga didatangkan untuk mengungkap peristiwa yang terjadi itu secara tuntas.
“Ini komitmen kami dan secepatnya, perintah pimpinan Polri untuk kasus tersebut diungkap setuntas-tuntasnya,” tegasnya.
“Siapapun yang bersalah komitmen kami akan kami tindak tegas,” tambah Dedi.
Awal Insiden

Seorang warga Desa Tanda, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bernama Erfaldi alias Aldi (21), diketahui tewas tertembak ketika polisi membubarkan unjuk rasa penolakan kegiatan tambang emas PT Trio Kencana.
Irjen Rudy Sufahriadi, Kapolda Sulawesi Tengah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Dia juga menyatakan akan menyelidiki kasus tersebut.
“Sangat disayangkan insiden ini. Namun kami bekerja profesional, siapa pun bersalah akan kami hukum sesuai aturan dan perundang-undangan berlaku,” ujar Rudy, dikutip Antara, Minggu (13/2).
Setidaknya ada empat personel kepolisian yang kini diperiksa. Bukan hanya itu, senjata mereka juga disita oleh Propam dalam rangka penyelidikan atas tewasnya pedemo tersebut.
“Tadi yang diperiksa sudah empat orang, kemudian seluruh seluruh senpi-senpi pendek dikumpulkan oleh Kabid Propam dan dilakukan pengecekan peluru dari mana,” jelas Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didit Supranoto, Minggu (13/2).
Demo penolakan tambang

Masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Tani (Arti) Koalisi Gerak Tambang melakukan demo penolakan tambang emas di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Dalam aksi tersebut, Pemerintah Sulteng dituntut untuk menutup tambang emas milik PT Trio Kencana yang memiliki lahan konsesi di Kecamatan Kasimbar, Toribulu, dan Tinombo Selatan.
