- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Teror Fiktif Go-Food Julianto Perkara Asmara, Pelaku Juga Ancam Ayah Julianto
Potret Berita – Perkara Asmara, Julianto mendapatkan teror Fiktif Go-Food hingga beberapa hari dan kini pelaku yang diduga wanita berinisial A juga mengancam Ayah Julianto.
Selain meneror Julianto, warga Matraman Jakarta Timur, kini sang pelaku juga melakukan teror terhadap ayah Julianto, Ia meminta ayah Julianto untuk mempertemukan dirinya dengan Julianto dan mengancam akan membawa polisi.

“Beberapa hari setelah lebaran, anak saya cerita kalau dia punya masalah dengan seorang perempuan. Diceritakan saya sebagai orang yang tahu ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Saya menelepon perempuan itu tapi tidak ada respon positif dan justru sebaliknya. Banyak hal yang tidak berkenan,” ujar Ayah Julianto, Andi Hermanto saat ditemui di rumahnya di Mataram, Jakarta Timur pada hari Minggu (08/07/17).

Andi mengaku bahwa usai menghubungi A, masalahnya bukan selesai dan malah mendapatkan teror. Bahkan dirinya juga sudah bersilahturahmi ke rumah orang tua A di Kayumanis. Lagi-lagi masalah ini tidak selesai.
Andi mengatakan bahwa pasca silahturahmi itu juga mulai berdatangan teror order Go-Food fiktif ke anaknya.

“Pertama, jelas anak saya telah diancam, diadukan ke polisi, RT/RW dibuat jelek namanya di lingkungan pekerjaannya, saya mencoba untuk melakukan silahturahmi ke keluarganya untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, tapi ternyata tidak bisa. Setelah itu baru terjadi kasus Gojek itu, paket beberapa hari yang lalu,” ungkapnya.
Andi berharap masalah Julianto dengan A ini dapat diselesaikan dengan cara musyawarah. Dia berharap kasus ini segera diselesaikan.
“Jadi kita selesaikan secara baik-baik. Kita lakukan dengan itikad yang baik karena kita selalu ajarkan ke anak-anak untuk menyelesaikan maslaah dengan musyawarah dan selalu kita coba ingin bertemu dengan keluarganya,” lanjutnya.
