- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Siap Kunjungi New York, Netanyahu Tak Takut Ancaman Mamdani
POTRET BERITA — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan dirinya tetap akan datang ke New York, meskipun ada ancaman dari calon Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang berjanji akan menangkapnya jika terpilih.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat kunjungan ke Washington pada Senin (7/7). Ia merespons pertanyaan wartawan terkait janji Mamdani yang viral sejak kampanye Desember lalu.
Menanggapi ancaman Mamdani, Netanyahu menyebut pernyataan tersebut tidak masuk akal dan bukan hal yang serius. Ia menilai ucapan itu sebagai bagian dari kegilaan yang terjadi di dunia saat ini.
“Ada cukup banyak kegilaan di dunia, dan saya rasa ini tidak ada ujungnya. Ini sungguh konyol dan tidak serius,” kata Netanyahu seperti dikutip dari The Times of Israel.
Zohran Mamdani, seorang politisi progresif yang kini mencalonkan diri sebagai wali kota New York, memang berjanji akan menangkap Netanyahu jika berkesempatan. Ia mengacu pada surat perintah penangkapan yang telah dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait agresi Israel di Jalur Gaza.
Janji Mamdani Tangkap Netanyahu

Dalam kampanye pada Desember 2024, Mamdani menegaskan komitmennya terhadap hukum internasional. Jika terpilih, ia berjanji akan menangkap Netanyahu jika sang PM berkunjung ke New York.
“Sebagai wali kota, saya akan menangkap Benjamin Netanyahu dan menyerahkannya ke ICC,” ujar Mamdani saat itu.
Ia menuding Netanyahu harus bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan yang menimpa warga Palestina selama hampir dua tahun terakhir. Menurut Mamdani, New York sebagai kota global wajib tunduk pada prinsip-prinsip hukum internasional.
Netanyahu Tetap Akan Kunjungi New York Bersama Trump
Saat ditanya apakah ia akan tetap mengunjungi New York setelah pemilihan umum AS, Netanyahu menjawab tegas bahwa dirinya akan tetap hadir, bahkan bersama Presiden AS Donald Trump.
“Saya akan datang ke sana bersama Presiden Trump. Kita lihat saja apa yang terjadi,” ucap Netanyahu dikutip dari Fox News.
Trump yang berada di sisi Netanyahu juga menanggapi dengan nada santai. Ia mengatakan belum bisa memastikan siapa yang akan menjadi wali kota New York, tetapi mengecam Mamdani dengan menyebutnya sebagai “komunis” dan menuduhnya kerap melontarkan pernyataan buruk tentang komunitas Yahudi.
Trump menambahkan bahwa siapapun yang terpilih sebagai wali kota tetap akan membutuhkan dukungan dari pemerintah federal, khususnya dalam hal pendanaan.
“Dia butuh dana dari Gedung Putih. Dia akan sangat membutuhkannya. Jadi dia sebaiknya bersikap baik. Kalau tidak, dia bisa menghadapi banyak masalah,” ujar Trump.
Netanyahu dan Trump Bahas Gaza dan Relokasi Warga Palestina
Kunjungan Netanyahu ke Washington bukan hanya soal pernyataan Mamdani. Ia juga bertemu dengan Trump di Gedung Putih untuk membahas situasi Gaza. Keduanya berdiskusi tentang prospek gencatan senjata yang diharapkan bisa segera terwujud.
Selain itu, mereka juga membahas kemungkinan relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza, meskipun rencana ini mendapat penolakan keras dari komunitas internasional.
