Putra Osama Bin Laden Tewas Di Tangan AS

Potretberita.com – Presiden AS Donald Trump telah mengkonfirmasi bahwa putra Osama Bin Laden, Hamza, tewas dalam operasi kontraterorisme yang dilakukan AS. Kematian calon penerus Bin Laden dilaporkan awal tahun ini.

“Hamza Bin Laden, anggota tinggi Al-Qaeda dan putra Osama Bin Laden, tewas dalam operasi kontraterorisme Amerika Serikat di wilayah Afghanistan / Pakistan,” kata sebuah pernyataan dari kantor Trump yang dikirimkan kepada para wartawan pada hari Sabtu.

Kematian Hamza telah membuat Al-Qaeda kehilangan arah karena kelompok tersebut kehilangan orang yang terpenting. Ia juga menjelaskan bahwa di dalam Al-Qaeda, putra Bin Laden bertanggung jawab untuk merencanakan dan berurusan dengan berbagai kelompok teroris.

Kematian Hamza Bin Laden dalam serangan udara pertama kali dilaporkan akhir Juli. Saat itu, Trump mengatakan bahwa pria itu sangat mengancam keamanan AS, tetapi menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut. Namun, dengan konfirmasi resmi kematian Hamza, masih belum jelas kapan – dan di mana – operasi AS berlangsung secara tepat.

Hamza membuat pernyataan publik terakhir yang diketahui melalui corong propaganda Al-Qaeda pada tahun 2018, mengancam Arab Saudi dengan serangan teroris dan menyerukan agar monarki Saudi digulingkan. Hamza merupakan putra dari dalang serangan 9/11, ia lahir sekitar tahun 1989 di Jeddah, dan telah lama dicari oleh FBI dimana pemerintah menawarkan uang sebesar $ 1 juta untuk informasi tentang keberadaannya.

Menurut laporan media, Hamza lahir dari putri anggota senior Al-Qaeda lainnya, Abdullah Ahmed Abdullah, yang dikenal dengan nama samarannya Abu Muhammad al Masri. Pria itu dicari karena perannya dalam pemboman kedutaan 1998 di Kenya dan Tanzania.