- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Permintaan Maaf PLN Terkait Pemadaman Listrik 2 hari di Ambon
POTRET BERITA —Dalam dua hari terakhir, pemadaman listrik secara besar-besaran terjadi di Kota Ambon, Provinsi Maluku.
Pemadaman ini terjadi hampir di semua kawasan di lima kecamatan di Kota Ambon. Namun, beberapa titik yang tidak terjadi pemadaman.
Pemadaman ini berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama.
Akibat pemadaman ini, banyak warga di Kota Ambon beramai-ramai melampiaskan kekesalannya di banyak platform media sosial.
Kekesalan warga ini di karenakan pihak PLN tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya jadwal pemadaman listrik.
“Kemarin padam dari siang sampai malam, malam ini sudah padam lagi. Ini sudah hampir 3 jam belum juga menyala,” ujar Arifin, salah seorang warga Batu Merah, Kecamatan Sirimau seperti dilansir Kompas.com, Senin (9/5/2022) malam.
Pemadaman listrik ini terjadi di sebagian besar kawasan di kota Ambon dan di pinggiran kota hingga wilayah pegunungan.
Menurut warga, PLN harusnya bisa segera mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik. Karena pemadaman ini sangat mengganggu aktivitas warga.
“Kan kemarin katanya ada kerusakan lalu sudah diperbaiki dan sudah menyala, kenapa malam ini mati lagi. Ini PLN kerja apa,” kata Bahrum, salah satu warga.
Menurut Bahrum, PLN harus terbuka menginformasika pada warga mengenai alasan pemadaman listrik dan jadwal pemasamannya.
Hal ini dilakukan agar warga tidak dirugikan. Karena sebelumnya, PLN sudah menggembar-gemborkan jika pasokan listrik di Ambon aman dan tidak ada masalah.
“Kalau model begini ada barang-barang elektronik yang rusak siapa yang bertanggung jawab. Masa tidak ada pemberitahuan, ini kan kacau,” katanya.
Permintaan PLN minta maaf

Dengan adanya masalah ini, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara, Hairul Hatala menuturkan, pemadaman listrik di sebagia besar wilayah di Kota Ambon terjadi karena gangguan sistem kelistrikan pada jalur evakuasi daya yang menyuplai listrik Ambon dari BMPP atau barged mounted power plant.
Dia mengatakan, pihaknya kini terus berupaya melakukan percepatan pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap supaya normal kembali.
“PLN telah memulihkan lebih dari 60 persen lokasi terdampak gangguan kelistrikan di Ambon,” seperti keterangan tulis Hairul, Senin.
Pihaknya juga terus melakukan evaluasi dan investigasi secara internal terkait penyebab terjadinya gangguan kelistrikan untuk mencegah terjadinya kejadian yang sama di kemudian hari.
Hairul mengatakan, petugas PLN di lapangan terus berupaya melakukan percepatan penormalan sistem supaya bisa sesegera mungkin memulihkan pasokan listrik pada sistem kelistrikan Ambon sampai dengan 100 persen.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamaman yang dialami oleh semua pelanggan PLN di Ambon serta memohon doa dari masyarakat agar pemulihan kelistrikan oleh petugas di lapangan dapat segera terarasi,” katanya.
Hairul memberikan himbauan pada para pelanggan agar bisa melaporkan gangguan maupun permasalahan kelistrikan lainnya yang dialami lewat aplikasi PLN Mobile pada fitur pengaduan.
