Orang Tua Serta Nenek Meninggal Dunia Akibat Corona, Hidupku Sebatang Kara

Akibat kematian keluarganya itu, ia harus hidup sendiri di rumah. Ia mengandalkan hasil penjualan pulsa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Alif mengatakan, kedua orang tuanya mulai mengalami  gejala corona seperti demam, batuk, dan sesak napas, pada akhir Mei 2020. Atau sekitar satu pekan setelah Lebaran Idul Fitri 2020.

“Untuk ayah mulai tanggal 30 Mei kemudian dibawa ke RS Siti Khodijah (Muhammadiyah) Sepanjang, Sidoarjo, tanggal 2 Juni,” ujar Alif saat dihubungi, pada Senin (14/09) hari ini.

Sementara itu, ibunya mengalami gejala corona sekitar 5 Juni. Lalu, ia dirawat ke RS Bhayangkara Porong pada 10 Juni.

“Pada tanggal 11 Juni untuk nenek dan saya mulai gejala tanggal 7 Juni dan dibawa ke Rumah Sakit Rahman Rahim pada tanggal 11 Juni,” tambahnya.

Di hari ia masuk rumah sakit itu, orang tuanya meninggal di rumah sakit yang berbeda. Sehari setelahnya, neneknya juga dinyatakan meninggal dunia.

“Pada tanggal 11 Juni mama meninggal pukul 07.00 WIB disusul ayah pada pukul 07.30 WIB, untuk tanggal 12 Juni nenek juga meninggal pukul 08.00 WIB,” kenangnya.

Sementara itu, Alif menjalani perawatan di rumah sakit selama 18 hari. Ia dinyatakan sehat pada 28 Juni hingga sampai sekarang bisa beraktivitas kembali.

“Untuk penularan kurang tahu ya dari mana, kemungkinan dari tamu-tamu yang berkunjung ke rumah, pokoknya itu setelah Hari Raya, entah habis silaturahmi ke mana dan bertemu siapa saya juga ndak tahu,” pungkasnya.

Kini, ia tinggal di rumahnya seorang diri.

“Alhamdulillah sudah bekerja lagi, sudah selesai isolasi mandiri dan kontrol beberapa kali dan dinyatakan sehat,” pungkasnya.