Medan Sekarang Jadi Sarang Teroris

Potretberita.com – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW). Neta S Pane mengatakan pemboman teroris di Medan Kapolrestabes menunjukkan sel-sel teroris masih berkembang di Indonesia. Meskipun Densus 88 terus menangkap dan membersihkan sarang terorisme. Para teroris kata Neta masih menemukan celah untuk menyerang. “Serangan bom di Polresta Medan bisa dinilai sebagai upaya kalangan teroris mempermalukan Kapolri idam Azis yang baru dilantik sebagai Kapolri mengingat Idham tokoh penting dalam Densus 88,” ujar Neta

Bahkan, lanjut Neta, selama ini polisi selalu mengatakan bahwa sasaran terorisme saat ini tersebar luas dan polisi digunakan sebagai target utama. Tapi mengapa penjaga Polri dan masih kebobolan. “Melihat pola serangan di medan, tidak ada kata lain Polri tak boleh lengah untuk terus menerus meningkatkan deteksi dininya,” tuturnya.

Apalagi, kata dia, sudah sangat agresif berburu Polisi menuruni teroris dan teroris mempertimbangkan inhibitor utama dari polisi nasional menempati urutan gerakan perjuangan mereka. Jika penjaga polisi nasional, manuver wajar teroris untuk mencari celah dengan modus modus baru. Selain itu, tambahnya, penggunaan sepeda motor online atau ojek online adalah modus baru dalam sistem serangan teroris di Indonesia. Polri juga harus memperhatikan serius, apakah korban itu sebenarnya pelaku bom bunuh diri dalam serangan di Medan Polrestabes atau dia adalah korban yang dimanipulasi jaringan teror.

“Dalam artian, jaringan terorisme menyewa ojek online untuk membawa penumpang dan barang (bom-red) ke Polrestabes Medan dan begitu tiba di lokasi, bom yang dibawa diledakkan dengan sistem remote control dari jarak jauh. Fenomena ini patut dicermati Polri,” katanya.

18 Orang Diduga Terkait Bom di Medan Diringkus Densus Antiteror

Sebanyak 18 tersangka teroris ditangkap setelah pengeboman di Medan Mapolrestabes, sampai sekarang Densus 88 Antiteror masih memburu pelaku lainnya. Total semuanya ada 18 orang hingga hari ini. Jadi tiga ditangkap di Aceh, kemudian hari ini tiga di Hamparan Perak, dua di Jermal,” terang Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto di Rumah Sakit Bhayangkara.

Pasca-penangkapan yang diduga jaringan teroris bom bunuh diri di Medan Polrestabes Mako, ia menegaskan tim gabungan dan Sumatera Utara Polisi Densus 88 akan terus berkembang.

Baca Juga : Protes Hong Kong Yang Berdarah