Kenali Apa Itu Sindrom Gilbert

POTRET BERITA — Sindrom Gilbert merupakan penyakit genetik yang berpengaruh pada kemampuan hati dalam memproses bilirubin.

Para penderita sindrom ini tidak dapat memproduksi enzim hati yang cukup untuk menjaga kadar bilirubin, sehingga tubuh memiliki kadar bilirubin yang berlebih.

Bilirubin sendiri adalah limbah cair dengan warna kuning yang muncul secara alami pada empedu saat memecah sel darah merah.

Jika tubuh memiliki kadar bilirubin yang berlebih, mata dan kulit penderita akan berwarna kuning, walaupun kondisi organ hati normal.

Namun jangan khawatir, penyakit ini tidak berbahaya karena jumlah bilirubin dalam darah dapat berubah-ubah mengikuti pola hidup.

Penyebab

Dilansir dari Cleveland Clinic, sindrom Gilbert terjadi dikarenakan mutasi pada gen UGT1A1 yang diturunkan dalam keluarga.

Gen UGT1A1 yang sehat, akan membantu enzim hati untuk memecah bilirubin serta mengeluarkannya dari tubuh.

Nantinya, hati akan mengubah bilirubin menjadi bentuk yang dapat larut dalam air agar masuk ke dalam empedu, kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui air seni atau feses.

Namun pada penderita sindrom Gilbert, bilirubin tidak masuk ke dalam empedu dengan kecepatan normal, tetapi menumpuk di aliran darah.

Penumpukan bilirubin dalam darah inilah yang menyebabkan munculnya warna kekuningan pada kulit dan bagian putih mata.

Beberapa tindakan di bawah ini berisiko meningkatkan kadar bilirubin dalam darah, diantaranya:

  1. dehidrasi
  2. kurang asupan kalori
  3. kurang tidur
  4. menderita influenza
  5. menstruasi (pada wanita)
  6. masa pemulihan pasca operasi
  7. stres atau tekanan
  8. laki-laki

Gejala sindrom Gilbert

Kenali Bedanya Pusing dan Sakit Kepala - Info Sehat Klikdokter.com

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala sindrom Gilbert akan sering kali muncul ketika dewasa. Gejalanya yang paling umum, adanya semburat kekuningan sesekali pada kulit dan bagian putih mata.

Ada juga tanda-tanda lain yang dialami penderita sindrom Gilbert atau penyakit kuning ini, diantaranya:

  • urine dan tinja berwarna gelap
  • sulit fokus
  • pusing
  • sakit perut
  • diare
  • mual
  • kelelahan
  • nafsu makan menurun
  • demam dan menggigil
  • nyeri atau timbul rasa tidak nyaman di perut

Diagnosis

Sindrom Gilbert muncul sejak lahir, sebab penyakit ini merupakan penyakit genetik. Akan tetapi, sindrom ini baru akan terdeteksi ketika melakukan tes darah.

Tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar bilirubin dalam darah serta uji fungsi hati. Apabila hasil tes menunjukkan kadar bilirubin dalam darah berlebih, namun organ hati bekerja secara normal, itu berarti pasien terkena sindrom Gilbert.

Perawatan

Pada umumnya, penyakit ini tidak memerlukan pengobatan, sebab tingkat bilirubin dapat berubah seiring berjalannya waktu.

Penyakit ini akan hilang dengan sendirinya dan juga tidak menimbulkan rasa sakit. Tetapi, tidak ada salahnya mengurangi risiko munculnya sindrom Gilbert, caranya seperti:

  1. Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang
  2. Makan secara rutin
  3. Hindari diet rendah kalori
  4. Belajar mengendalikan rasa stres

Yang perlu diingat, ketika melakukan pengobatan untuk sindrom Gilbert, harus dikonsultasikan obat yang diresepkan dengan kondisi tubuh Anda, khususnya yang mengganggu penghancuran sel darah merah.