IDUL ADHA SEGERA TIBA, PERLU ADANYA PROTOKOL BARU DALAM PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN

POTRET BERITA — Tak terasa sebentar lagi hari Idul Adha tiba. Umat Islam kini menghadapi tantangan lebih dalam pelaksanaannya hari Idul Adha di masa pandemi ini. Menginggat kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak tinggi.

Karena hal tersebut, Halal Research Center Fakultas Peternakan meminta kepada masyarakat agar membatasi penyembelihan hewan kurban di satu lokasi.

Untuk mensiasati hal tersebut hewan kurban bisa dikirim ke daerah lain yang lebih membutuhkan. Hal ini demi mencegah penyebaran virus Covid-19 dikala hari raya Idul Adha.

Hal ini terkait dengan proses penyembelihan hewan kurban, dimana penyembelihan hewan kurban tidak dapat lagi dilakukan dengan melibatkan banyak orang.

Oleh karena itu diperlukan teknik penyembelihan hewan yang halal dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

”Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerumunan saat penyembelihan hewan kurban. Pertama, membatasi atau mengurangi jumlah panitia yang terlibat. Pengurus takmir masjid berwenang untuk menentukan jumlah panitia,” tandas Nanung Direktur Halal Research Center Fakultas Peternakan UGM, Ir Nanung Danar Dono SPt MP PhD, IPM ASEAN Eng.

Langkah kedua, membatasi atau mengurangi jumlah ternak yang disembelih di lokasi. Hewan kurban yang tidak dapat disembelih di masjid dapat dititipkan kepada lembaga amal yang amanah untuk dikirim ke daerah atau negara lain yang lebih membutuhkan.

Selain itu, panitia dapat membagi waktu penyembelihan menjadi tiga-empat hari. Panitia bisa memanfaatkan kesempatan menyembelih di Hari Tasyrik.

Berikutnya, membagi lokasi penyembelihan menjadi beberapa tempat. Lokasi penyembelihan dapat dibagi per wilayah RT.

Di sisi petugas yang bertugas memotong daging harus menjaga kebersihan diri dan sering mencuci tangan. Mereka harus menjaga lingkungan sekitar pemrosesan daging.

Tak hanya itu, petugas harus mengenakan alat pelindung diri yang berbeda-beda tergantung dari tugasnya masing-masing. Petugas di area kotor harus memakai masker, sepatu boots, kacamata goggle atau face shield dan sarung tangan sekali pakai.

Petugas di area bersih menggunakan masker, penutup kepala, face shield, sarung tangan, celemek pelindung (apron) dan alas kaki. Pada aspek peralatan, alat yang digunakan harus bersih dan memenuhi syarat teknis kebersihan, kesehatan dan sanitasi, yaitu terbuat dari bahan yang tidak mencemari daging.

 

Surat Edaran

Tak hanya Halal Research Center, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga mengeluarkan edaran. Surat edaran dengan Nomor 05/EDR/I.0/E/2021 tersebut berisi tentang Imbauan Penanganan Covid-19 serta Persiapan Menghadapi Idul Adha 1442H/2021.

Dalam edaran tersebut salah satu poinnya menyarankan agar hewan kurban berupa kambing atau domba dapat disembelih di rumah, asal dilakukan oleh orang yang berkurban bila mampu ataupun oleh tenaga profesional.

“Hewan kurban berupa kambing atau domba sebaiknya disembelih di rumah masing-masing oleh tenaga profesional dan apabila mampu dapat disembelih sendiri oleh orang yang berkurban (ṣāḥibul-qurbān),” bunyi salah satu edaran tersebut.

Tak hanya itu, Muhammadiyah juga memberikan alternatif lain. Bagi yang kesulitan dapat melakukan penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Hal ini bertujuan agar sesuai syariat dan higienis. Meskipun begitu, Muhammadiyah juga membolehkan hewan disembelih di luar RPH.

Jumlah hewan sebaiknya dibatasi untuk menghindari kemubaziran dan wajib menghindari kerumunan massa. Hal ini juga sebagai langkah protokol kesehatan, sehingga dapat menjaga kesehatan bersama.

Dalam pembagian daging kurban juga sebaiknya dikoodirnir oleh panitia. Untuk selanjutnya, akan diantarkan ke rumah masing-masing penerima dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan.

Selain itu, Muhammadiyah juga mengimbau agar kurban sebaiknya dikonversi berupa dana. Dana itu kemudian bisa disalurkan melalui LazisMu untuk didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Baik di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar atau diolah menjadi kornet, Hal ini demi memudahkan proses distribusi daging kurban ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.”

Panduan yang ditandatangani oleh Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Agung Danarto ditunjukkan bagi seluruh pimpinan persyarikatan dan warga Muhammadiyah pada khususnya.

Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 10 Zulhijah 1442 Hijriah atau perayaan Hari Raya Iduladha 1442 H jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021 mendatang.

Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, Dan Zulhijah 1442 Hijriah