- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Drone Ukraina Serang Depot Minyak di Sochi, Rusia Dilanda Kebakaran Hebat
POTRET BERITA — Ukraina kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Rusia. Kali ini, targetnya adalah depot minyak di Sochi, yang diserang menggunakan kapal tanpa awak atau drone pada Sabtu malam (2/8). Serangan tersebut memicu kebakaran besar di kota pesisir Laut Hitam itu.
“Sochi mengalami serangan drone oleh rezim Kyiv tadi malam,” ujar Gubernur Krasnodar, Veniamine Kondratiev, seperti dikutip AFP, Minggu (3/8).
Api Besar Membakar Tangki Minyak

Drone Ukraina menghantam tangki minyak di wilayah tersebut dan menyebabkan kebakaran hebat. Api terlihat membubung tinggi disertai asap hitam tebal. Video dari media Rusia memperlihatkan kobaran api besar dan kepanikan di sekitar lokasi kejadian.
Sebanyak 127 petugas pemadam kebakaran dikerahkan sepanjang malam untuk memadamkan api. Mereka bekerja keras agar kebakaran tidak menyebar ke fasilitas lainnya.
Lalu Lintas Udara Sochi Sempat Ditutup
Otoritas penerbangan Rusia, Rosaviatsia, mengonfirmasi bahwa lalu lintas udara di sekitar Sochi sempat dihentikan sementara karena kebakaran. Namun, penerbangan kembali normal setelah api berhasil dikendalikan.
Serangan ini tergolong tidak biasa, karena Sochi terletak sekitar 400 kilometer dari perbatasan Ukraina, sehingga menjadi wilayah yang relatif jarang diserang sejak perang dimulai pada Februari 2022.
Hingga saat ini, pemerintah Ukraina belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan tersebut. Namun, serangan udara terhadap infrastruktur energi Rusia bukan hal baru bagi Kyiv. Ukraina secara rutin menargetkan kilang minyak dan infrastruktur gas Rusia sebagai bagian dari strategi menekan ekonomi dan logistik militer Moskow.
Pada akhir Juli lalu, serangan drone Ukraina telah menewaskan dua orang di Rusia. Ini menambah daftar panjang eskalasi konflik antara kedua negara.
Kyiv Ancam Tingkatkan Serangan, Rusia Menolak Gencatan Senjata
Ukraina sebelumnya telah mengeluarkan peringatan akan meningkatkan serangan ke wilayah Rusia sebagai balasan atas meningkatnya serangan Moskow di wilayah Ukraina yang menewaskan belasan warga sipil.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump minggu lalu memberikan ultimatum kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik dalam waktu 10 hari. Namun hingga kini, pertempuran masih berlanjut.
Kremlin menolak usulan memperpanjang gencatan senjata, dengan alasan hal itu hanya akan menguntungkan pasukan Ukraina di medan perang.
