- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Alasan Pelaku Penikaman Kereta Tokyo di Malam Halloween
POTRET BERITA — Aksi penusukan terjadi di dalam gerbong kereta di Tokyo, Jepang, saat perayaan Halloween, Minggu (31/10). Pelaku mengenakan kostum mirip figur joker saat melancarkan serangannya di kereta ekspres jalur Keio-Shinjuku sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
Kyodo News dan NHK melaporkan, ada 17 orang yang mengalami luka-luka dalam insiden ini. Salah satunya ada seorang pria lanjut usia (lansia) berusia 70 tahun, kini dalam kondisi kritis usai ditikam pelaku.
Pelaku yang berusia 24 tahun bernama Kyota Hattori ini kemudian ditangkap polisi di tempat kejadian tak lama setelah melancarkan aksinya
Menurut kepolisian, Hattori bersaksi memang ingin membunuh orang dan dijatuhkan hukuman mati. Dia juga mengungkapkan keinginan untuk dihukum mati sejak Juni lalu.
Media lokal Japan Times melaporkan, selain melakukan penikaman, Hattori juga berupaya membakar kereta setelah menyiram sejumlah cairan di beberapa sudut gerbong.
Kepada polisi, Hattori mengatakan memilih kereta ekspres sebab memiliki jarak yang lebih jauh dari satu stasiun pemberhentian ke pemberhentian lain.

Motif Hattori melakukan penikaman ini dia karena dia tengah memiliki masalah di pekerjaannya dan juga masalah pertemanan. Dia bahkan mengaku tidak dapat membunuh orang seperti yang ia rencanakan sebelumnya.
Dengan klaim tersebut, Hattori bisa dijatuhi hukuman mati.
Aksi Penyerangan dan Kepanikan Penumpang

Sebuah video yang diunggah ke Twitter memperlihatkan orang-orang berlarian dari gerbong kereta dan tak lama api menyala.
Beberapa saksi mata mengatakan kepada televisi nasional NHK, penyerangan brutal itu terjadi saat perayaan Halloween, ketika Tokyo dipenuhi orang-orang yang memakai kostum.
“Jadi, awalnya saya pikir itu seperti acara Halloween. Tapi saya bergegas pergi ketika datang seorang pria yang membawa sebuah pisau panjang. Saya sangat beruntung tidak terluka,” ujar salah satu saksi mata yang ada di dalam kereta.
Saksi mata lainnya mengungkap jika pelaku melakukan serangan penusukan tanpa menunjukkan emosi apapun.
“Dia memegang sebuah pisau dan mulai menuangkan cairan,” kata seorang penumpang wanita di kereta itu.
“Dia melakukan tindakan ini tanpa menunjukkan emosi apapun, seperti mesin. Saya pikir itu yang membuat orang-orang ketakutan,” tambahnya.

Dalam sebuah rekaman video yang ditayangkan NHK memperlihatkan kepanikan para penumpang yang berlarian di dalam kereta dengan asap kebakaran memenuhi gerbong dan kobaran api juga terlihat. Tidak hanya itu, orang-orang juga nekat memanjat jendela kereta untuk menyelamatkan diri.

Dalam video unggahan di Twitter yang lain menunjukkan, seorang pria berkacamata mengenakan setelan ungu dan kemeja hijau cerah, seperti dikenakan oleh Joker. Dia nampak duduk di kereta kosong sambil mengisap rokok dan menyilangkan kakinya. Dia tersebut adalah Kyota Hattori, pelaku penusukan.
