- Spanyol Tawarkan Ratusan Juta untuk Pendatang yang Mau Tinggal di Desa
- Sengketa Air Indus Jadi Babak Baru Konflik India dan Pakistan
- Dua Titik Api Masih Membara di Semeru, Angin Ganggu Pemadaman
- Tragedi Banjir Nepal, Ratusan Jasad Dimakamkan di Hutan Chitwan
- Inner Beauty Makin Dilirik, Rutinitas Kecantikan Tak Lagi Cuma Skincare
Spanyol Tawarkan Ratusan Juta untuk Pendatang yang Mau Tinggal di Desa
POTRET BERITA — Pindah dari kota besar ke desa mungkin terdengar seperti pilihan hidup yang sederhana. Akan tetapi, di sejumlah wilayah Eropa, keputusan tersebut justru bisa mendatangkan bantuan finansial hingga ratusan juta rupiah.
Spanyol menjadi salah satu negara yang menawarkan insentif bagi orang yang bersedia menetap di wilayah pedesaan. Salah satu program yang tengah menjadi perhatian adalah Live in Ambroz, yang berada di wilayah Extremadura.
Program tersebut membuka kesempatan bagi pekerja, termasuk digital nomad, untuk mendapatkan hibah hingga €15.000 atau sekitar Rp309 juta. Sebagai gantinya, penerima bantuan harus bersedia tinggal di kawasan Ambroz setidaknya selama dua tahun.
Program ini dirancang untuk membantu mengatasi persoalan berkurangnya populasi di daerah pedesaan. Banyak penduduk usia muda memilih meninggalkan desa dan berpindah ke kota besar karena mengejar pekerjaan serta peluang ekonomi yang lebih luas.
Dengan mendatangkan penduduk baru, pemerintah berharap kehidupan sosial dan kegiatan ekonomi di kawasan pedesaan kembali berkembang.
Peluang tersebut juga ramai dibicarakan di media sosial setelah akun Instagram @madrid.explore mempromosikannya. Unggahan mengenai insentif untuk pindah ke desa Spanyol itu mendapat berbagai respons positif dari pengguna.
Tak hanya bantuan finansial, Ambroz juga menawarkan kondisi lingkungan yang menarik bagi mereka yang ingin meninggalkan kehidupan perkotaan. Kawasan tersebut disebut menerima sekitar 70–90 persen lebih banyak sinar matahari dibandingkan London.
Ambroz rata-rata memiliki sekitar tiga jam waktu siang lebih panjang setiap harinya dibandingkan London. Biaya hidupnya juga relatif lebih rendah. Berdasarkan laporan Mirror, rumah dengan tiga kamar tidur di kawasan tersebut dapat disewa dengan biaya sekitar €690 atau Rp14 juta per bulan.
Italia Juga Beri Uang untuk Pindah ke Desa
Spanyol bukan satu-satunya negara yang menggunakan insentif finansial untuk mengatasi persoalan depopulasi. Sejumlah wilayah di Italia juga menawarkan bantuan kepada orang yang bersedia menetap di desa-desa dengan jumlah penduduk yang terus menurun.
Salah satunya adalah Sardinia, yang menyediakan hibah hingga €15.000 bagi pendatang baru. Program tersebut ditujukan untuk desa atau kota yang memiliki penduduk kurang dari 3.000 orang.
Bantuan itu diharapkan dapat menarik warga baru sekaligus menjaga perekonomian lokal agar tetap berjalan. Pemerintah setempat bahkan menyediakan dukungan tambahan bagi keluarga yang memiliki anak.
Pasangan yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh bantuan sekitar €600 per bulan untuk anak pertama dan €400 per bulan untuk anak kedua. Bantuan tersebut diberikan hingga masing-masing anak mencapai usia lima tahun.
Desa lain di Italia, Radicondoli di Tuscany, juga memiliki program WivoaRadicondoli. Pemerintah setempat memberikan bantuan kepada orang yang ingin menyewa maupun membeli rumah.
Untuk penyewa, subsidi dapat mencapai setengah dari biaya sewa selama dua tahun. Sementara itu, terdapat pula hibah bagi mereka yang memilih membeli properti.
Penerima bantuan harus memiliki komitmen untuk menetap di Radicondoli selama sedikitnya 10 tahun. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali desa yang masih memiliki banyak rumah kosong. Sekitar 100 dari 450 properti di wilayah tersebut dilaporkan belum dihuni.
Swiss Tawarkan hingga Rp472 Juta per Orang Dewasa
Swiss juga memiliki program serupa di Albinen, sebuah desa yang berada di kawasan Pegunungan Alpen. Kesempatan ini terutama ditujukan bagi pendatang berusia di bawah 45 tahun yang memenuhi persyaratan.
Pendatang baru dapat memperoleh bantuan hingga 25.000 franc Swiss atau sekitar Rp472 juta untuk setiap orang dewasa. Sementara itu, bantuan untuk anak mencapai 10.000 franc Swiss atau sekitar Rp189 juta per anak.
Namun, uang tersebut tidak diberikan tanpa syarat. Penerima program harus berkomitmen tinggal di Albinen selama minimal 10 tahun serta membeli properti dengan nilai sedikitnya 200.000 franc Swiss.
Albinen menawarkan pemandangan Pegunungan Alpen dengan deretan chalet tradisional. Selain suasananya yang lebih tenang, desa tersebut juga memiliki akses menuju kota-kota di sekitarnya dan sejumlah resor ski.
Berbagai program tersebut menunjukkan cara sejumlah wilayah Eropa menghadapi persoalan berkurangnya populasi pedesaan. Alih-alih hanya membangun fasilitas baru, pemerintah setempat juga mencoba menarik penduduk melalui bantuan finansial dengan harapan desa kembali hidup dan perekonomian lokal tumbuh.
