- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Raja Judi Online Asia She Zhijiang Resmi Diserahkan ke Polisi China
POTRET BERITA — Usai dua tahun proses hukum berjalan, akhirnya otoritas Thailand menyerahkan She Zhijiang, sosok yang dijuluki raja judi online Asia, kepada pihak kepolisian China pada Rabu (12/11).
Penyerahan ini dilakukan usai Pengadilan Banding Thailand menyetujui permintaan ekstradisi dari pemerintah China awal pekan ini.
Menurut laporan Nation Thailand, tim dari Biro Investigasi Pusat (CIB) Thailand mengawal langsung proses pemindahan She dari penjara Bangkok menuju kantor polisi Suvarnabhumi sebelum diserahkan kepada otoritas China.
Ekstradisi Disetujui Setelah Proses Panjang
Putusan pengadilan menyebut bahwa ekstradisi She ke China harus dilakukan dalam waktu 90 hari sejak keputusan final dikeluarkan. Langkah ini menjadi akhir dari perjalanan panjang hukum pria yang dianggap sebagai salah satu otak kejahatan siber terbesar di Asia tersebut.
China telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap She sejak 2014, menuduhnya mendirikan ratusan situs judi online ilegal yang menyasar warga negara China.
Menurut Kejaksaan Agung Thailand, She diduga kuat mendirikan sekitar 239 situs web perjudian ilegal yang beroperasi lintas negara. Selain itu, ia juga disebut terlibat dalam pengelolaan jaringan kasino ilegal di Myanmar.
Salah satu proyek besar yang dikaitkan dengan She adalah pembangunan “Kota Baru Asia Pasifik” di kawasan ekonomi khusus Shwe Kokko, Myanmar, yang dikenal menampung kompleks kasino dan pusat judi online. Proyek itu dituding menjadi sarang aktivitas kriminal terorganisir, mulai dari perjudian, penipuan daring, hingga pencucian uang.
Upaya Hukum She Gagal di Pengadilan

She sempat berusaha menggugat undang-undang ekstradisi Thailand, namun bandingnya ditolak pada Oktober lalu. Sejak penangkapannya pada Agustus 2022, ia menjalani masa tahanan di Penjara Pusat Klong Prem, Bangkok hingga proses ekstradisi disetujui.
Otoritas Thailand menyatakan ekstradisi dilakukan sesuai prosedur internasional, melalui koordinasi dengan Kejaksaan Agung, Kementerian Luar Negeri, dan Kepolisian Thailand.
Kasus She Zhijiang menyoroti semakin meluasnya kejahatan siber dan perjudian online di Asia Tenggara, terutama di Myanmar dan Kamboja. Banyak wilayah perbatasan di kedua negara itu menjadi tempat berkembangnya operasi kasino ilegal yang menyamar sebagai kawasan ekonomi khusus.
Berbagai laporan mengungkap, ribuan orang menjadi korban praktik penipuan online dan kerja paksa di kawasan tersebut. Beberapa korban bahkan mengalami penyiksaan dan kehilangan nyawa. Situasi ini juga menjadi perhatian serius ASEAN, yang mendorong kerja sama lintas negara dalam memerangi sindikat kejahatan siber regional.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Dengan diserahkannya She ke otoritas China, diharapkan akan terbuka jalan bagi pengungkapan jaringan besar pelaku judi online internasional. Pemerintah China sendiri berkomitmen untuk memberantas perjudian daring lintas batas, yang merugikan ekonomi dan mencoreng reputasi negara.
Sementara itu, Thailand menegaskan akan terus memperketat kerja sama internasional dalam menangani kejahatan transnasional, termasuk penipuan daring, perjudian ilegal, dan pencucian uang.
