Imbas Asap Karhutla, Kualitas Udara di Pekanbaru Memburuk

POTRET BERITA — Imbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kualitas udara di Pekanbaru, Riau, terpantau dalam kondisi tak sehat, Senin (2/10).

Sebagaimana dikutip dari data resmi BMKG, yang mana posisinya terlihat pada konsentrasi garis kuning dan tertulis tidak sehat.

Dari laman BMKG juga terlihat data partikulat meter sudah berada pada angka 80. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Berdasarkan data yang ada juga bisa terlihat, sejak kemarin, kualitas udara di Pekanbaru naik turun. Namun angka tertinggi terlihat pada hari ini pukul 04.00 WIB dan sempat mendekati angka sedang pukul 06.00 WIB.

Kemudian, kualitas udara kembali naik pada pukul 08.00 WIB. Tetapi angka tersebut masih berada di posisi tidak sehat.

Lalu, khusus di Riau, BMKG Stasiun Pekanbaru memastikan kabut asap di Pekanbaru hari Minggu (1/10) kemarin akibat kebakaran lahan di Pelalawan. Kemudian, asap masuk ke Pekanbaru dan membuat udara tidak sehat.

Selain itu, asap karhutla itu pun sempat membuat beberapa penerbangan pada hari itu terganggu. Tetapi, Senin ini dilaporkan penerbangan kembali berjalan dengan normal.

“Aman semua masih lancar terkendali. Tak ada delay,” ujar EGM Bandara Sultan Syarif Kasim II, EGM Radityo Ari Purwoko, Senin.

Seperti diketahui, imbas asap karhutla yang terjadi kemarin membatasi jarak pandang dan membuat setidaknya delapan penerbangan terganggu atau delay hingga 1 jam lebih.

Radityo menjelaskan, kemarin, jarak pandang minimum terjadi pada pukul 06.00 WIB. Di mana diketahui dalam waktu tersebut jarak pandang hanya 100 meter.

“Jarak pandang hari ini dari pukul 06.00 WIB 100 meter, pukul 06.30 WIB 200 meter, pukul 07.00 WIB 600 meter dan 07.30 WIB 700 meter. Lalu pada pukul 08.00 WIB 1.000 meter dan 08.30 WIB 1.500 meter,” jelasnya.

“Ada delapan penerbangan yang delay hari ini. Secara keseluruhan kegiatan operasional penerbangan aman lancar,” imbuhnya.