Maba UIN Makassar Alami Pengeroyokan Oleh Senior

POTRET BERITA — Seorang mahasiswa baru dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Islam (UIN) Alauddin Makassar, yang berinisial MH melaporkan lima orang seniornya pada pihak kepolisian. Dalam laporannya tersebut, ia mengaku dianiaya oleh kelima para seniornya tersebut.

“Kejadian terjadi di kampus UIN di Kabupaten Gowa,” kata MH, Minggu (4/9).

Mudzhira Nur, yang merupakan orang tua dari korban menerangkan, kejadian penganiayaan tersebut bermula ketika MH ditegur oleh seniornya. Teguran tersebut dikarenakan rambut anaknya  dianggap tidak rapi ketika mengikuti pengenalan budaya kampus (PBAK).

Padahal, anaknya sudah mencukur rambut dan tidak mendapatkan teguran pada hari pertama PBAK. Akan tetapi, pada hari kedua, kerapian rambut MH dipersoalkan.

“MH disuruh berbaris, datang seniornya bawa gunting lalu menggunting rambut bagian atasnya MH. Tapi, anak saya itu kan tubuhnya tinggi besar, dia refleks tahan tangan seniornya,” jelas Mudzhira.

Mudzhira mengungkapkan, bahwa senior anaknya tersebut tak terima tindakan MH. Senior tersebut pun memanggil sekitar lima orang temannya.

Menurutnya, sempat terjadi aksi saling dorong yang kemudian terjadi pemukulan. Tetapi, MH berusaha untuk melindungi dirinya sendiri.

“Anak saya waktu itu hanya berusaha melindungi dirinya. Setelah itu terjadilah peristiwa pemukulan itu dan dikeroyok sekitar lima orang seniornya,” ujarnya.

Mudzhira menjelaskan, akibat pengeroyokan tersebut anaknya mengalami luka pada bagian pelipis mata. Kini, kejadian tersebut sudah ia laporkan ke pihak kepolisian.

“Kita sudah melaporkan ke Polres Gowa hari itu juga. Saya juga sudah lapor ke Rektorat Warek III, dan Pak Warek setuju untuk dilaporkan. Ini harus memang ditindak yang seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, secara terpisah,  Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Burhan mengonfirmasi mengenai laporan mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar soal kasus penganiayaan tersebut. Dia mengungkapkan, bahwa pihak kepolisian kini sedang menyelidiki kasus itu.

“Iya betul, sementara dalam tahap penyelidikan,” kata Burhan.