4 Hal yang Bikin Diet Rendah Karbohirat Gagal Turunkan Berat Badan 

Potret Berita — Diet rendah karbohidrat menjadi metode populer untuk menurunkan berat badan. Pola diet ini membatasi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan asupan tinggi protein serta lemak. Meski banyak yang sukses menurunkan berat badan dengan metode diet ini, tak sedikit juga yang gagal untuk mencapai tubuh ideal. Sekadar mengurangi asupan karbohidrat saya tak cukup membantu kita untuk mendapatkan berat badan impian.

Berikut kesalahan yang sering dilakukan yang justru membuat berat badan meningkat:

1. Mengonsumsi karbohidrat olahan

Memang tidak ada batasan pasti berapa jumlah karbohidrat yang bisa kita konsumsi dalam metode diet ini. Umumnya, pola makan bisa dianggap rendah kabohidrat bila kita hanya mengonsumsi sekitar 100 hingga 150 gram karbohidrat sehari. Dengan kisaran asupan karbohidrat tersebut, kita bisa mencapai hasil yang efektif untuk mendapatkan tubuh ideal melalui pola diet ini.

Namun, manfaat tersebut hanya bisa kita dapatkan jika kita mengonsumsi kabohidrat yang tidak diproses. Mengonsumsi karbohidrat olahan hanya akan meningkatkan risiko kita untuk mengalami obesitas yang memicu berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

2. Mengonsumsi protein terlalu banyak

Protein memang makronutrien penting yang bisa meningkatkan rasa kenyang dan proses pembakaran lemak. Umumnya, asupan protein yang tinggi bisa memicu penurunan berat badan dan peningkatan massa otot. Namun, mengonsumsi protein terlalu banyak akan membuat asam amino dalam tubuh diubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis. Hal ini justru akan mencegah tubuh untuk mengalami proses ketogenesis yang membantu penurunan berat badan.

3. Takut mengonsumsi lemak

Banyak orang percaya menghindari asupan lemak membantu mempercepat proses penurunan berat badan. Padahal, asupan lemak jutru membantu meningkatkan rasa kenyang dan pemenuhan nutrisi tubuh. Faktanya, lemak justru membantu menjaga kesehatan dan membantu penurunan berat badan. Namun, lemak yang kita konsumsi harus lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal dan omega 3.

4. Kurang asupan natrium

Diet rendah karbohidrat juga bisa memicu penurunan kadar insulin. Faktanya, insulin memiliki banyak fungsi bagi tubuh, seperti membantu mempertahankan kadar natrium dalam tubuh. Natrium merupakan elektrolit penting bagi tubuh. Kadar natrium yang terlalu rendah bisa memicu masalah pada ginjal.

Kondisi inilah yang membuat banyak orang merasa pusing, kelelahan, sakit kepala, bahkan sembelit ketika melakukan diet ini. Cara terbaik untuk mencegah masalah ini adalah dengan menambahkan asupan natrium.