Viral Tulisan Mug Sebut Wanita “Barang Murah”, Toko Teh Kekinian China Dihujat Netizen

Potret Berita — Jaringan bisnis minuman populer China, meminta maaf karena menggunakan slogan seksis pada barang dagangannya. Toko Sexy Tea menyebut wanita sebagai “barang murah” di salah satu mugnya.

Bahkan disebutkan bahwa pelanggan dapat menjemput wanita, sambil menunggu minuman mereka. Melansir dari laman BBC, pada Senin (22/2/2021), slogan tersebut memicu kemarahan yang meluas secara online di China.

Toko teh kekinian tersebut di masa lalu juga menjual kantong teh dengan slogan “Tuan, aku menginginkanmu”, bersama dengan gambar berudu dalam iklannya.

Perusahaan kemudian menyatakan tidak berniat “tidak menghormati wanita”. Mereka berjanji akan menarik kembali rangkaian mug tersebut, dan mengaku “sangat malu” dengan kreasi terbarunya.

Sexy Tea baru-baru ini mengeluarkan serangkaian mug dialek Changsha. Dialek itu digunakan terutama di Ibu Kota Provinsi Hunan. Waralaba dari perusahaan ini memiliki 270 outlet yang dilaporkan di sana.

Di dalamnya tercetak berbagai frasa lokal di mug, termasuk frasa “jian lou zi,” Dalam bahasa gaul kalimat itu mengacu pada mengambil kesepakatan jual beli untuk mendapatkan harga murah.

Slogan Jian Lou zi di cangkir Sexy Tea.

Dalam promosinya, mereka juga memberikan contoh bagaimana frasa tersebut dapat digunakan. Salah satunya dengan kalimat:

“Ketika saya pergi membeli bubble tea, ada banyak gadis cantik di sana. Jika Anda bertemu dengan yang seperti ini, Anda dapat memberitahu teman Anda : Saya dapatkannya dengan harga murah”.

Gambar mug toko teh populer itu menjadi viral di situs media sosial China, Weibo dan dengan cepat menarik rentetan kritik.

“Ini adalah pemasaran yang vulgar,” kata satu orang di platform tersebut.

“Bukan cuma frasa itu saja yang menghina. Contoh kalimat yang diberikan oleh perusahaan juga,” tambah yang lain.

“Apakah tidak ada orang di tim pemasaran yang melihat ada yang salah dengan ini?” protes netizen.

Perusahaan tersebut kemudian mengeluarkan pernyataan panjang yang meminta maaf atas interpretasi frasa tersebut.

“Kami membuat kalimat yang sangat tidak pantas yang bahkan orang-orang di Changsha tidak menyetujuinya …. kami sangat malu. Kami sama sekali tidak berniat untuk tidak menghormati wanita,” katanya.

“Kami akan segera menarik mug bertema dialek Changsha dan secara serius merenungkan kejadian ini.”

Para pengguna juga menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya Sexy Tea menggunakan frasa yang menjurus ke arah seksual dalam kampanye pemasarannya.

Banyak yang menunjukkan gambar kecebong yang dicetak di beberapa kantong tehnya. Netizen memaknai itu sengaja digunakan untuk menggambarkan sperma.