- Konflik Iran-AS: 6 Tentara AS Tewas dalam Serangan di Kuwait
- Siap Ganggu Jalur Laut Merah, Houthi Siap Dukung Iran Lawan AS-Israel
- Momen Hangat Raja Yordania Antar Prabowo
- Kongres Partai Kukuhkan Kim Jong Un Jadi Sekjen Partai Buruh
- Pencegahan ke Luar Negeri Eks Menag Yaqut dan Gus Alex Diperpanjang KPK
Siap Ganggu Jalur Laut Merah, Houthi Siap Dukung Iran Lawan AS-Israel
POTRET BERITA — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah milisi Houthi di Yaman menyatakan kesiapan mereka mengganggu lalu lintas di Laut Merah. Sikap itu muncul di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sumber pemerintah Yaman menyebut Teheran menginstruksikan Houthi untuk membantu menghadapi tekanan dari AS dan Israel. Arahan tersebut disampaikan melalui utusan Iran untuk kelompok itu, Mohammad Ramzani.
Pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi, menegaskan pihaknya siap bertindak sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran. Dalam pernyataannya yang dikutip Agence France-Presse (AFP), ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari solidaritas moral dan perjuangan melawan apa yang mereka sebut sebagai tirani Amerika dan Israel.
Abdulmalik juga menyerukan demonstrasi massal di berbagai wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, untuk menunjukkan dukungan terhadap Iran. Ia menilai penargetan pangkalan militer AS sebagai tindakan sah dan bukan bentuk agresi terhadap negara tuan rumah.
Pernyataan itu memperkuat sinyal bahwa Houthi berpotensi kembali meningkatkan operasi di kawasan strategis Laut Merah, jalur vital perdagangan global.
Rekam Jejak Serangan ke Kapal
Kelompok Houthi sebelumnya menjadi sorotan internasional karena menargetkan kapal-kapal yang dianggap berafiliasi dengan AS dan Israel. Aksi tersebut diklaim sebagai upaya menekan Israel secara ekonomi agar menghentikan agresi di Palestina.
Houthi selama ini disebut-sebut mendapat dukungan politik maupun persenjataan dari Teheran, meski Iran kerap membantah keterlibatan langsung dalam setiap operasi militer kelompok tersebut.
Apabila ancaman ini terealisasi, stabilitas jalur pelayaran Laut Merah berpotensi kembali terganggu dan akan memicu dampak luas terhadap perdagangan serta keamanan regional.
