- Konflik Iran-AS: 6 Tentara AS Tewas dalam Serangan di Kuwait
- Siap Ganggu Jalur Laut Merah, Houthi Siap Dukung Iran Lawan AS-Israel
- Momen Hangat Raja Yordania Antar Prabowo
- Kongres Partai Kukuhkan Kim Jong Un Jadi Sekjen Partai Buruh
- Pencegahan ke Luar Negeri Eks Menag Yaqut dan Gus Alex Diperpanjang KPK
Kongres Partai Kukuhkan Kim Jong Un Jadi Sekjen Partai Buruh
POTRET BERITA —Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali dipercaya memimpin Partai Buruh sebagai sekretaris jenderal dalam kongres terbaru partai yang digelar di Pyongyang. Keputusan tersebut diumumkan oleh media resmi pemerintah, Korean Central News Agency (KCNA), pada Minggu (22/2), bertepatan dengan hari keempat pelaksanaan kongres.
Kongres Partai Buruh sendiri merupakan agenda lima tahunan yang menjadi forum tertinggi dalam menentukan arah kebijakan nasional, termasuk strategi ekonomi dan pertahanan negara.
Dalam laporan resminya, KCNA menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Kim, kemampuan pencegahan perang berbasis kekuatan nuklir disebut semakin meningkat. Pemerintah Korea Utara mengklaim modernisasi militer dan penguatan arsenal nuklir menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas negara dari ancaman eksternal.
Sejak lama, program senjata nuklir menjadi prioritas utama Pyongyang. Kebijakan ini bahkan sering dinilai mengesampingkan kebutuhan domestik, termasuk sektor pangan dan kesejahteraan masyarakat. Namun pemerintah menilai strategi tersebut sebagai langkah defensif menghadapi tekanan internasional dan sanksi global.
Janji Dongkrak Ekonomi di Tengah Sanksi
Meski pertahanan tetap menjadi fokus penting, Kim dalam pidato pembukaannya menekankan urgensi pembangunan ekonomi dan peningkatan taraf hidup rakyat. Ia menyebut partai menghadapi tanggung jawab besar untuk mempercepat transformasi di berbagai sektor kehidupan nasional.
Menurut Kim, pemerintah akan mendorong kebijakan yang bertujuan memperbaiki kondisi ekonomi di tengah tekanan sanksi internasional yang telah berlangsung bertahun-tahun. Ia juga menekankan perlunya perubahan cepat dalam sistem sosial dan pembangunan negara.
Sejak mengambil alih kekuasaan pada 2011, Kim beberapa kali menyuarakan pentingnya pertumbuhan ekonomi berdampingan dengan penguatan militer. Pendekatan ini menjadi strategi ganda yang terus diulang dalam berbagai forum resmi partai.
Dalam kongres sebelumnya pada 2021, Kim sempat mengakui adanya kegagalan di hampir seluruh sektor pembangunan ekonomi. Pernyataan tersebut tergolong jarang terjadi dalam sistem politik Korea Utara yang tertutup.
Kongres terbaru ini tidak hanya membahas laporan capaian lima tahun terakhir, tetapi juga memetakan fase lanjutan program nuklir negara tersebut. Detail strategi jangka panjang terkait pengembangan persenjataan dan kebijakan pertahanan menjadi perhatian utama pengamat internasional.
Arah Baru atau Penguatan Strategi Lama?
Kongres Partai Buruh ke-9 ini menandai kelanjutan kepemimpinan Kim Jong Un dalam mengendalikan arah politik, ekonomi, dan militer Korea Utara. Di satu sisi, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat pertahanan nuklir. Namun di sisi lain, janji peningkatan kesejahteraan rakyat kembali digaungkan sebagai prioritas nasional.
Ke depan, dunia internasional akan mencermati apakah komitmen ekonomi tersebut benar-benar diwujudkan atau tetap berjalan beriringan dengan ekspansi program nuklir yang selama ini menjadi sorotan global.
