- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Kewalahan Terinfeksi Varian Baru Omicron, Hong Kong Kaji Lockdown
POTRET BERITA — Karantina penuh rencananya akan diterapkan Hong Kong, karena penyebaran varian Omicron Covid-19. Jalur lockdown terpaksa harus dilakukan karena pemerintah kewalahan menghadapi pasien yang menumpuk di rumah sakit (RS).
Padahal, selama dua tahun terakhir, Hong Kong berhasil menerapkan strategi zero covid-19.
Sophia Chan, Menteri Kesehatan Hong Kong mengaku, sedang mempertimbangkan kebijakan membatasi mobilitas masyarakat.
Pernyataan ini menampik Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam yang sebelumnya mengesampingkan lockdown, dan hanya melakukan tes covid-19 massal kepada 7,4 juta penduduk.
“Kami masih berdiskusi. Dari perspektif kesehatan masyarakat, untuk menghasilkan efek terbaik dari tes wajib, kami perlu mengurangi pergerakan orang sampai batas waktu tertentu,” ujarnya, seperti dilansir AFP, Senin (28/2).
“Untuk mengurangi pergerakan orang, maka warga harus tetap di rumah atau sebisa mungkin menghindari jalan-jalan,” tambahnya.
Covid-19 di Hong Kong

Wabah Covid-19 varian omicron, kini tengah menyebar luas di berbagai wilayah di Hong Kong. Setidaknya, ada 26 ribu kasus infeksi baru, serta 83 kasus kematian per Minggu (27/2) kemarin.
Sebelumnya, kota tersebut hanya mencatat 12 ribu kasus sejak awal pandemi.
Tak hanya itu, RS setempat juga diberitakan telah mencapai puncak kemampuannya menampung pasien covid-19 sejak beberapa minggu sebelumnya.
“Saat ini, kami menghadapi masalah transportasi mayat dari rumah sakit ke kamar mayat umum. Makanya ada beberapa jenazah yang awalnya direncanakan dibawa ke kamar jenazah umum, tapi tetap di rumah sakit,” terang Kepala Manajer Otoritas Rumah Sakit Lau Ka-hin pada awak media.
Kini, tingkat kematian akibat covid-19 dalam sepekan di Hong Kong mencapai 8 kasus per satu juta orang penduduk.
Di mana, 91 persen dari korban meninggal dunia merupakan orang yang belum menjalani vaksinasi secara utuh.
Pasien-pasien yang meninggal juga adalah orang tua yang tinggal di panti jompo di kota berpenduduk padat tersebut.
Walaupun Hong Kong diketahui memiliki persediaan vaksin yang cukup, Hong Kong tercatat memiliki tingkat vaksinasi yang buruk untuk orang usia lanjut sebelum varian omicron menyerang.
