- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Jokowi Sedang Mencari Solusi Untuk Saudi Dan Qatar
Potret Berita – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, Indonesia berpotensi mengambil peran bagus dalam membantu menyelesaikan krisis antara Arab Saudi dengan Qatar.
Seperti diketahui, Qatar sedang diguncang krisis diplomatik terbesar sepanjang sejarah. Sebanyak sembilan negara memutus hubungan diplomatik dengan tuduhan terkait tudingan negara tersebut mendukung aksi terorisme.
Haedar menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah mengambil peran bagus saat menengahi konflik Arab Saudi dan Iran dengan menerapkan fungsi politik bebas aktif dan pro aktif, serta inisiatif.
“Saya yakin sekarang presiden dan Menlu bisa mengambil peran itu, karena perlu mediasi, perlu moderator, perlu kekuatan dari luar,” ucap dia di Yogyakarta.
Haedar meminta, jangan membiarkan Timur Tengah menjadi kancah baru untuk pertarungan geo politik yang akhirnya menimbulkan bencana kawasan dan merugikan. Keberadaan Indonesia sebagai anggota OKI bisa dimanfaatkan oleh Presiden Jokowi.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menanggapi kasus pemutusan hubungan diplomatik sejumlah negara Timur Tengah terhadap Qatar yang baru-baru ini terjadi. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Presiden Jokowi ingin Indonesia memiliki peran dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah.
“Saya belum bisa menyimpulkan masalah besarnya apa, tapi saya ingin Indonesia memiliki peran dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah,” ucap Jokowi di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Jokowi mengakui masih mencari tahu titik permasalahan yang sebenarnya sebelum menentukan langkah apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia.
“Saya telepon Presiden Erdogan, Turki, untuk masalah Qatar, tadi malam juga saya telepon Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar. Saya masih sebetulnya mencari peluang, problemnya sebetulnya apa sih kok sampai benturannya sangat kerasnya,” kata Jokowi.
Indonesia, menurut Jokowi, merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan memiliki posisi netral dalam penyelesaian konflik. Presiden mencontohkan bagaimana saat ini Indonesia bisa membuka konsulat di Palestina setelah sekian puluh tahun belum bisa terlaksana.
“Alhamdulillah tahun kemarin kita sudah memiliki konsulat di Palestina, ini perkembangan baik,” tambah Jokowi.
(Potret Berita)
